Posts

Showing posts with the label pendek

apa itu luka?

[ luka  /lu·ka /   1   n  belah (pecah, cedera, lecet, dan sebagainya) pada kulit karena kena barang yang tajam dan sebagainya: --  nya dalam dan mengeluarkan banyak darah;   2   v  menderita luka:  kakinya -- kena peluru;siapa -- siapa menyiuk, pb  yang merasa tersindir, dialah yang berbuat sesuatu sebagai yang disindirkan itu; - -- hati   ki  sakit hati;  -- parah  luka yang sangat berat (serasa hampir tidak tertolong); ] manusia dan luka adalah sebuah pola seperti manusia dan bahagia adalah juga pola kita hidup dalam aliran rasa kita menjalani hidup dengan pusaran rasa manusia adalah terbiasa menjadi luka dan luka adalah biasa biasa kita rasa mengerti dan memahami bahwa hidup tak selamanya suka hidup tak selamanya riang hidup tak selamanya bahagia begitupun sebaliknya: sejatinya, luka tak selamanya semuanya adalah pola kehidupan manusia adalah luka luka adalah kita manusia adalah bahagia...

sesederhana itulah adanya

tidak banyak kalimat panjang mampu menggambarkan yang tertulis ini. cukup rasakan, tentang percakapan kecil di penghujung malam atau hingga pagi menjelang. kadang serius. kadang candaan. sebanyak 'iya' untuk mengakhiri perdebatan. sedikit 'tidak' saat menahan kantuk karena masih ingin bertahan tersenyum. tidak banyak hal-hal penting yang dibicarakan. tidak ada seputar harga sembako;bukan pula perang; bukan pula romansa. hanya percakapan kecil. sarapan apa pagi ini? dengan siapa? apakah harimu menyenangkan? dan hal-hal konyol yang dialami hari ini. sederhana. tidak romantis. malah dibumbui saling meledek satu sama lain. tapi tidak. tentu saja tidak. tidak ada yang mampu  menggambarkan namun sesederhana itulah adanya: nyaman.

siapa yang berani berkorban?

siapa sih yang ga takut pengorbanan? yakin kamu ga takut? kalau saya jujur selalu merinding membahas pengorbanan. buat yang setuju mungkin saat membaca ini kamu lagi anggukin kepala. yang bikin ketakutan itu adalah bahwa penyesalan dan pengorbanan punya titik temu yang sama: kehilangan. pernah ga sih kamu ngerasa takut akan kehilangan hal yang kamu cinta atau orang yang kamu cinta. dan itulah hal yang menakutkan buat saya. dan ketika saya dalam titik nadir itu every little things just seems like could hurt me so bad. its a hell, ketika mikirin akan kehilangan, ide akan pengorbanan seringkali ada dalam pikiran tapi bukan hal yag mudah mengubah 'kata menjadi nyata'. buat sebagian orang kehilangan itu lah pengorbanan. tapi mana yang lebih baik mempertahankan sesuatu yang dicintai atau berkorban untuk tidak lagi mempertahankan demi sesuatu yang dicintai? -16 Juni 2013-

1-2-3-4-5-6-7-8-9-10

she count to ten... 1... 2.. 3... 4... 5... 6... 7... 8... 9.. 10.. shit, and she still cant sleep... Alexa membuka matanya, menatap langit-langit yang diam bergeming... dia merasa malamnya masih panjang, sejujurnya hitungan kesepuluh itu adalah hitungan kesepuluhyang ke puluhan ribu kalinya dari puluhan ribu detik lalu.. artinya sudah sekitar +6 jam lebih berlalu, jam dindingnya menunjukkan angka 3, dan dia masih tidak bisa tertidur lelap... alexa bangkit, mendudukkan diri di pinggiran tempat tidurnya, meraih segelas air putih di dekatnya, kemudian mengambil sebatang rokok dan membakarnya... " kupikir, malam telah berlalu masih berapa lama lagi. aku harus menunggu?" alexa, wanita umur 30-an, super sibuk, dia benci kata menunggu. menurutnya apa sih yang bagus dari menunggu? dia selalu tepat waktu, tidak satupun waktunya terbuang percuma. menunggu baginya adalah hal yang paling buruk di dunia. Alexa benci menunggu tapi dia 'diharuskan' menunggu. ...

pecahan gelas

prang.............!!!! gelas-gelas kupecahkan lantai berharap mungkin serpihannya bisa mengobati perasaan yang terluka aku benci rasa ini: menahan tangisan yang menyesakkan dada sembari berjalan ke arah wastafel dan membasuh muka sekilas terlihat pecahan kenangan kemarin, pertengkaran yg tiada habisnya ... ketika tersadar hanya ada pecahan gelas saja... ya masih ada yang harus dibereskan setelah semuanya terobrak abrik tak mungkin begitu saja aku tinggalkan tak terurus.. lalu aku berhenti sejenak menyandarkan kepala di dinding "nanti dulu, biarkan aku beristirahat sambil berharap semuanya akan kembali baik" begitu saja dan kubiarkan pecahan gelasnya tergeletak di lantai....