Posts

Showing posts with the label malam

vision of collision

he sleep on my pillow i see vision where the space blow and it all collision i hold his hand we running into meadowland fast enough so we wouldnt collide i tried to keep us hide pray to stop the time and look up high tried to climbed and took strength suddenly i wake and look into my side silently not make him awake hold a breath for long time speak to myself: "my dear i wont lose you"

sepatah dua patah kata untukmu

surat cinta hari ke 23 #30harimenulissuratcinta selasa 5 februari 2013 my dear @feliciadameriaa selamat malam, hey miss, sedang apa? jangan galau ya. izinkan aku memberikan sepatah dua patah dan sekian puluh kata untukmu ya. kita berduka / sering karena kecewa / sering juga karena luka yang datang tetiba / dia berkata apa yang dia suka / dia lupa apa yang kita harap dalam asa / jangan menangis miss / jangan juga sedih nona manis / sesungguhnya biar hati seangkuh langit, dia akan jatuh pada kesabaran yang statis / sesungguhnya biar maunya seluas paris, dia akan kembali pada satu hati yang tulus walau tak romantis / kau wanita mengagumkan, senyummu lahir karena kesabaran nasihatmu lahir, karena pengalaman. kau bangkit, karena kegalauan. kesabaranmu, ada karena belajar pada kepahitan. dan terakhir miss, doaku... agar semoga temanku yang satu ini selalu diberkahi tuhan dan dibukakan jalan kemudahan. dari - temanmu yang (berharap) bisa selalu setia mendengarka...

DARI KURSI PENUMPANG TAXI

Image
Lampu jalanan kota menghantam jendela taksi malam ini, membuat aku terpaku, menatap malam di kota yang mereka sebut “kota bunga’ / Nampaknya malam ini dingin / embun dan kabut menghantam jendela kaca, pak supir bergegas menutup kaca, menyalakan pendingin mobil. Ada pengemis yang menatapku. / Setengah sayu, tapi juga terbakar sedikit semangat, walaupun tidak ditunjukkan oleh pengemis itu secara nyata. / Mungkin takut tidak menarik simpati dan utamanya empati. / Mungkin semangat yang timbul, itu karena ada harapan dalam penantian akan gemerincing kepingan-kepingan logam atau bunyi kertas yang bergesekan / Kertas yang tentunya bergambar pahlawan-pahlawan, yang dahulu tak menengadahkan tangan kepada yang memandang mereka rendah , ‘orang bawahan’ , tapi mereka dahulu menengadahkan pedang, bahkan tombak bambu kepada yang memandang ‘bawah’ mereka. Aku membuka kaca jendela sedikit, memberi recehan-recehan kembalian sisa beli satu cangkir cafee mocha tadi, recehan yang terselip-selip d...