Posts

Showing posts with the label Rindu

rabu abu berdebu [yang berbeda]

mataku tak lagi memandangmu di sudut lain gaia. telingaku tak lagi mendengar suaramu syahdu, merdu. bibirku tak lagi mengucapkan kalimat-kalimat pengahantar tidur. entah dimana letakmu. Halo... Aku ... Rindu... Rindu... Yang..; tak berbalas - tak bersuara - tak berpandang - tak berasa sama. aku terdiam, bagaimana ini? aku dan bagian terdalamku. yang mereka kenal sebagai LUBUK. saling bertanya dan menjerit sendiri. pilu yang memekik. apakah besok aku akan bangun dan merasakan kehampaan yang sama.lagi  lagi lagi. [maafkan aku dan rinduku, mereka menyerang dengan kejam dan tanpa ampun.] seseorang begitu berarti di rabu yang lalu. tapi tidak hari ini dia hanya rabu yang abu dan berbedu. - batavia kemarin, hari ni dan mungkin esok hari, di sudut rindu mencoba menata hati. 2:18 am yang terasa panjang. sial!

candu rindu

jika kerinduan adalah pemicu candu. maka biarkanlah aku menjadi candu. apalah dayaku. biarkan kerinduan ini menyiksaku, atau membuatku ‘terbunuh’ tidak ada yang mampu berkata tidak pada rindu. seperti kini aku. apalah dayaku? biarkan rindu memasuki tubuhku. membisikkan-nya pada jiwaku. biarkan rindu memasuki sel darahku, membius syarafku. jika rindu adalah morfin. maka biarkan sayang. biarkan aku terbius dan koma. jika rindu adalah adrenalin. biarkan darah terpompa pada jantungku. aku sekarat sayang. aku tersiksa rindu. jika saja aku mampu menyampaikan rasa rindu ini mungkin semua mudah, tapi tidak tanganku kelu. Bibir terpagut diam. aku sanksi kau merasakan yang sama. jika rindu ini adalah penjara, maka aku tahanan yang dihukum untuk selamanya. tapi biarlah mungkin tuhan sedang menghitung-hitung seberapa besar aku mampu menahan, seberapa kuat aku. biarkan rindu ini membunuhku, lalu jiwaku mati dalam diam. biarkan rindu ini...

malam, resah emosi jiwa adinda.

semarang, 25 mei 2016 12:17 am senjaku berbatasan dengan udara dan suara. kebisingan mengaum karena rindu yang begitu syahdu. lelakiku adalah kamu. adalah aku di antara mengagumi atau rasa ingin memilikimu tanda sudah dungu ataukah mati amygdala-ku sayang. semarang ambon dipisahkan kata-kata tak bersuara. aku ini wanitamu.yang mengagumimu. selayaknya laut dengan bena, dihembus sang angin. nirvana.ankara.buta suara.puisi-pusi yang tak pernah sampai di telinga.hilang di jurang gunung tertinggi hingga laut terdalam nusantara. judul: malam, resah emosi jiwa adinda.

untuk objek rinduku (masih sama)

• 30 hari menulis surat cinta, surat ke – 11. Kamis 24 Januari 2013 Untuk objek rinduku (masih sama) Satu pertanyaan : kenapa? • kenapa langit biru terlihat indah? tapi kenapa bagiku biru itu kelabu kenapa matahari bersinar? tapi bagiku itu gerhana kenapa pasir putih menyenangkan? tapi bagiku terlihat luas tak berujung kenapa tanpamu semua tak berarti..? dari, yang selalu merindumu @shesagnostic

dear rindu -

dear rindu... selamat sore. surat ini ditujukan padamu, sebuah bentuk perasaan yang bernama 'rindu' . saya ingat pertama kali merasakanmu saat saya lahir, rindu untuk segera ditimang ibu. beranjak dewasa saya juga merasa rindu, rindu saat ayah menggenggam tangan kecil saya menuju sekolah. saat mulai dewasa saya mulai mengenal rindu pada kekasih. engkau selalu datang diiringi rasa sendu, kadang rasa berdebar-debar, kadang kau buat aku membisu, kadang kau buat aku melamun, kadang kau buat aku cengeng, kau juga bisa membuatku tampak seperti penyair. tapi rindu aku tau kedatanganmu selalu atas orang-orang yang kukasihi. maka pada perasaan rindu aku tak pernah meragu. - sincerely aku...