Posts

Showing posts with the label kekasih

sebuah perjuangan dan hati di batas keraguan

aku bukannya tidak berjuang. ibarat mendaki gunung, saat ini akupun sedang berusaha. menapaki tapak demi tapak dinding pertahananmu. merobohkannya tak mudah. melewatinya ku berharap dalam-dalam. dinding ini yang kau bangun dengan tinggi dan kokoh dikarenakan kau sedang terluka. luka yang orang lain buat. maupun luka yang aku buat. aku sedang merobohkan dinding pertahananmu a man with a heart of a fragile little man, with all those scars and distrust. ya, hal terberat adalah meruntuhkan batasmu denganku: luka dan ketidakpercayaanmu. segala keraguanmu. terarah padaku. kucoba dengan segala cara; berjalan, berlari, merangkak, memanjat. berusaha menemukan setiap celah. …………………. lalu aku tergelincir di tempat yang sama di celah antara inti hatimu yang dibatasi keraguanmu kepadaku. sungguhpun kaki ini terluka, sakit karena harus melalui  segala rintangan itu entah mengapa aku masih berusaha. kulihat puncak gunung. kulihat ka...

permohonan- permohonan untuk kekasih

aku ingin tenggelam di dalam ruang di antara kedua lenganmu kekasih. menyelami makna di balik senyumanmu. mengerti apa arti kebisuanmu. aku ingin lebih memahamimu. dan maukah kau belajar untuk memahamiku? maukah kau berproses bersamaku? mari kekasih, bersama duduk diantara rimbunnya dedaunan beringin yang bergantungan ; atau sekedar bercakap dalam sunyinya lembah merapi. berdua, meminum kopi stasiun tugu sembari berbincang hal-hal kecil dan menggenggammu erat. kekasih:  kita dua jiwa yang kadang butuh pertengkaran kecil dan besar untuk memahami. kita dua jiwa yang saling berdoa; dalam diam, dalam tangis, dalam amarah. ingin kukecup jiwamu. ingin kuraba dan kusentuh dalam celah  diantara dua bibirmu. memagut bibirmu dalam kesyahduan yang sendu. untuk menemukan makna dibalik; manisnya gelak tawamu - getirnya ucap kecewamu - sedihnya kisah kisah kehidupanmu. kekasih: kekeliruan - kegelisahan- kegetiran yang pernah kubuat hadir...

bungkam rasa & aku

bungkam rasaku tuhan. matikan seluruh inderaku. karena seluruh inderaku mencintainya dengan cara-cara yang penuh pengabdian, sebuah ketulusan tanpa harap balas. mata. telinga. lidah. hidung. kulit. aku memandang, mendengar, mengecap, mencium, meraba - dengan penuh dengan menyeluruh dengan segenap. sosokmu. bungkam luapan rasa, buatku amnesia. bahkan dalam diam terlintas dia. sinis dan konyol. terlebat bayang demi bayang. bungkam rasaku: hanya ada ragaku rasaku yang waktu adalah luluhlantakkan utuhku yang olehmu - karenamu kulebur dalam sendu kuat terpagu. hanya ada ragaku rasaku yang waktu adalah luluhlantakkan untukku yang olehmu :karenamu kulebur dalam sendu kuat terpagu [gema dalam ruang sendu kalbu]

surat-surat untuk hati #2

#tentang: mp pagi ini sayang. kau bangun dengan gelisah. mimpi-mimpi tadi malam,membuat dipanmu basah dengan air mata. pagi ini sayang. kau kembangkan senyum merekah. entah ada apa,walau ini sebenarnya hanya caramu menutup-nutupi hatimu yang gundah. pagi ini sayang. kau hirup aroma pertama teh manis. kau teguk dengan gelora-gelora. entah marah pada siapa? takdir bermain-main di tepian jurang atau dirimu yang seperti jiwa-jiwa kecil memaksa hati untuk tidak tumbuh lagi. sayang,aku tak pernah tau.rasanya jadi fajar yang mengiringi pagi yang terbakar.maka bersabarlah entah kapan sayang, kuyakin perahu-perahu itu kan berlayar dan tiba pada dermaganya,dengan layar-layar yang terlepas bebas bukan terikat. entah kapan. MR.L / 11.2.16 / 8.47 / jakarta.

vision of collision

he sleep on my pillow i see vision where the space blow and it all collision i hold his hand we running into meadowland fast enough so we wouldnt collide i tried to keep us hide pray to stop the time and look up high tried to climbed and took strength suddenly i wake and look into my side silently not make him awake hold a breath for long time speak to myself: "my dear i wont lose you"

manakah #kode hujanmu? :)

Image
hujan itu #kode , #kamuflase bisa-bisanya dia secara samar tapi jelas bilang kalau saat ini (1) sebagian orang yang merasakannya sedang mengingat-ingat rasanya pernah dipeluk seseorang dengan hangat (2) sebagian orang lagi sedang mengingat-ingat pernah berbasah-basah, atau membasah-basahi diri supaya kekasihnya sedia membuka pintu rumah & hati (3) sebagian lagi yang merasakan juga hujan, sedang memikirkan kekasihnya yang jauh, yang andai sekarang kekasihnya ada di sampingnya, tentu hujan tak dingin tapi hangat (4) hujan jg meng - #kode bahwa disaat kita bernyaman-nyaman dengan selimut sebagian orang berusaha menyamankan diri dengan kardus bekas (5) hujan jg meng - #kode ada orang yang sedang di motor berharap ada yang dibonceng dan bersama-sama kehujanan dan dia bisa dipeluk agar hangat (6) hujan jg meng- #kode : bahwa ada org yang duduk di samping pria yang menyetir mobil tapi malah berharap yang menyetirkan dia adalah orang yang biasa ditemuinya diam-diam ...

3 huruf: h-a-i

hai.... sapaan lumrah di tiap hari kita. pada orang tua, teman, kekasih, gebetan, selingkuhan, teman yang menyapa kita dan hemmm kita lupa namanya, sehingga kita menyapa balik hanya agar kita terlihat sopan :) sapaan hai, menunjukkan ketulusan, apalagi bagi yang pertama menyapa. menebar senyum dan aroma hangat ketulusan, terlihat indah bukan? namun seringkali sapaan hai berubah jadi hanya formalitas: pada anak yang terburu-buru ingin bermain di luar; pada orang tua yang sibuk bekerja di kantor dan pulang larut malam; pada gebetan yang mulai bosan pada tingkah kita; pada teman yang punya teman baru; dan pada kekasih.......... yang mengganti hai pada tiap pagi kita, siang, sore, dan malam kita dengan hai terakhir pada hari dimana kita berkata ' bye'