Posts

Showing posts with the label berubah

mengarang kita. aku dan kebodohanku.

apa yang aku lakukan? meneguk kepahitan yang sama lagi! bagaimana bisa seorang yang tampak seperti malaikat berubah menjadi seorang setan? aku membenci diriku yang tidak menangisi kepahitan yang aku rasakan aku malah menangisi-mu menangisi ketidakpedulianmu menangisi pekaknya dirimu terhadap setiap panggilanku menangisi ketika kau disakiti orang yang kau anggap lebih berharga dan patut didengar mereka yang menjerumuskanmu ke lembah para iblis semakin aku sendiri sakit, butuh waktu lama bagimu menyadarinya aku yang sadar, semakin lama aku kehilangan bagian diriku bagaimana bisa? aku merasa definisi 'kita' itu rangkaian huruf bodoh yang kukarang, menutupi kenyataan ada yang hanya menyebut dirinya sendiri. selalu. terulang. lagi dan lagi. tamparanku sendiri tidak menyadarkan diriku. dan aku mulai kehilangan yang aku anggap sebagai bagian dari kita, itu - aku.

3 huruf: h-a-i

hai.... sapaan lumrah di tiap hari kita. pada orang tua, teman, kekasih, gebetan, selingkuhan, teman yang menyapa kita dan hemmm kita lupa namanya, sehingga kita menyapa balik hanya agar kita terlihat sopan :) sapaan hai, menunjukkan ketulusan, apalagi bagi yang pertama menyapa. menebar senyum dan aroma hangat ketulusan, terlihat indah bukan? namun seringkali sapaan hai berubah jadi hanya formalitas: pada anak yang terburu-buru ingin bermain di luar; pada orang tua yang sibuk bekerja di kantor dan pulang larut malam; pada gebetan yang mulai bosan pada tingkah kita; pada teman yang punya teman baru; dan pada kekasih.......... yang mengganti hai pada tiap pagi kita, siang, sore, dan malam kita dengan hai terakhir pada hari dimana kita berkata ' bye'