Posts

Showing posts with the label luka

bukankah kita pernah berjanji?

bukankah kita pernah berjanji? berjuang bersama melalui apa yang kita sebut masalah. bersama menghadapi segala ujian dunia. bukankah kita pernah berjanji ? menerima setiap bagian diri kita. baik buruk diri kita masing-masing. bukankah kita pernah berdampingan. berpegangan tangan melalui jalan yang sulit. lalu? kemana semua janji dan perjuangan itu? apakah takaran perjuanganmu berbeda denganku? apakah perbedaan ini terlalu sulit untukmu? apakah diriku teka-teki yang sulit kau pecahkan? sejatinya akupun menanti. akupun berjuang. akupun berdoa. lebih lebih dari yang kau ketahui. lebih dari itu semua. mungkin hanya tuhan yang tau seperti apa dan sejauh mana kulangkahkan tapak kakiku. dan hanya ialah yang tahu seberapa keras perjuanganku. tidak jugakah kau lihat dan adakah kau perhitungkan itu? 11.10.17 / mks / ml

apa itu luka?

[ luka  /lu·ka /   1   n  belah (pecah, cedera, lecet, dan sebagainya) pada kulit karena kena barang yang tajam dan sebagainya: --  nya dalam dan mengeluarkan banyak darah;   2   v  menderita luka:  kakinya -- kena peluru;siapa -- siapa menyiuk, pb  yang merasa tersindir, dialah yang berbuat sesuatu sebagai yang disindirkan itu; - -- hati   ki  sakit hati;  -- parah  luka yang sangat berat (serasa hampir tidak tertolong); ] manusia dan luka adalah sebuah pola seperti manusia dan bahagia adalah juga pola kita hidup dalam aliran rasa kita menjalani hidup dengan pusaran rasa manusia adalah terbiasa menjadi luka dan luka adalah biasa biasa kita rasa mengerti dan memahami bahwa hidup tak selamanya suka hidup tak selamanya riang hidup tak selamanya bahagia begitupun sebaliknya: sejatinya, luka tak selamanya semuanya adalah pola kehidupan manusia adalah luka luka adalah kita manusia adalah bahagia...

sebuah akhir cerita tanpa pahlawan

ada luka disekujur hati. membuat setiap yang merasakannya seakan nantinya siap terbujur kaku. ada manusia yang sanggup membuat luka itu. ada orang yang sanggup menyakiti hati: yang selama ini berdoa sembari terdiam: menunggu berselimut janji. cerita hari esok tak ada lagi. seakan manusia itu mereka berjalan terseok-seok dalam luka, mengapa? mungkin karena tangan yang selama ini erat menggenggam langkahnya tak ada lagi. langkahnya goyah dimakan janji usia. semua yang mereka lakukan tujuannya hanya ingin menyingkirkannya. tidak ada lagi pertolongan di tengah malam. ceritanya membeku terbujur kaku. dia sekarat dibalik senyum manisnya. semua ucapan terimakasih tak ada lagi, pahlawannya meninggalkannya sendiri sekarat saat klimaks tiba. lalu menutup akhir cerita.

bungkam rasa & aku

bungkam rasaku tuhan. matikan seluruh inderaku. karena seluruh inderaku mencintainya dengan cara-cara yang penuh pengabdian, sebuah ketulusan tanpa harap balas. mata. telinga. lidah. hidung. kulit. aku memandang, mendengar, mengecap, mencium, meraba - dengan penuh dengan menyeluruh dengan segenap. sosokmu. bungkam luapan rasa, buatku amnesia. bahkan dalam diam terlintas dia. sinis dan konyol. terlebat bayang demi bayang. bungkam rasaku: hanya ada ragaku rasaku yang waktu adalah luluhlantakkan utuhku yang olehmu - karenamu kulebur dalam sendu kuat terpagu. hanya ada ragaku rasaku yang waktu adalah luluhlantakkan untukku yang olehmu :karenamu kulebur dalam sendu kuat terpagu [gema dalam ruang sendu kalbu]

surat surat untuk hati #1

Image
apakah engkau tahu? rasa yang menyiksa selain hati yang patah tanpa arah,adalah melihat cahaya dan kau tahu terangnya bukan untukmu.karena engkau buta. semangkukbir.blogspot.com MRL / 10.2.16. - 23.15

vision of collision

he sleep on my pillow i see vision where the space blow and it all collision i hold his hand we running into meadowland fast enough so we wouldnt collide i tried to keep us hide pray to stop the time and look up high tried to climbed and took strength suddenly i wake and look into my side silently not make him awake hold a breath for long time speak to myself: "my dear i wont lose you"

bahagia sembunyi

menari, menyanyi jangan menangis. tumpahkan dalam tawa. hapus luka lalu lari dan terbang. lepas beban asa. usah pikir derita yang menghimpit. buang pahit dalam nadi. vena dan rasa sakit hati jangan buat teman abadi. tinggalkan luka di belakang. waktu tak menunggumu, kejar dia sambil tersenyum. semua hanya masalah waktu. ketika kau berhenti sesungguhnya bahagia sembunyi. dia menanti kau siap melangkah baru.

(CINTA) yang menangisi LUKA

Sempat padanya (cinta) ku bertanya. Gerangan apa dia  (cinta) menangis? Jawabnya luka pergi dan menghilang. Kutanya kemana? Jawabnya tak tahu. Aku merasa heran./Mengapa kau menangis? Harusnya kau bahagia./ Tak ada luka maka kau (cinta) akan menjadi utuh tak tergores, takkan pernah meneteskan air mata. /Takkan ada sedih hanya tawa. Dia (cinta) diam dan tersenyum pahit. Kau Tanya mengapa? Jawabnya kau pun tahu, katanya: aku (cinta) takkan sempurna jika tak bersama luka./ Karena luka yang mengajarkan seperti apa aku (cinta) yang sesungguhnya./ Tanpa luka aku (cinta) hanya kepalsuan dibalik tawa, aku (cinta) takkan pernah tahu bagaimana cara bangkit dari keterpurukan./ Tanpa luka, aku (cinta) tak pernah sekuat ini. Dia (cinta) balik bertanya. Kau tahu mengapa kau sekuat ini sekarang? Pernahkah kau sadar? Karena ada aku (cinta) dan dia (LUKA)

gelas retak bodoh

Image
aku sebenarnya sedang berlari, mengumpulkan kepingan hatiku yang jatuh berguguran, mengumpulkannya dalam gelas retak yang kautinggalkan. kau yang selalu angkuh meretakkan tiap gelas kaca milikku, menendangnya sekan itu hanya gelas bodoh yang muncul dari asap. aku coba memohon agar kau berhenti. tapi aku tak mampu, tetap saja aku berlari mengumpulkan kepingan itu, dan mencoba rekatkan gelasnya. kau hentakkan aku, kau bilang : "gelasmu retak, aku bosan" / dan begitu saja kau berlari pada gelas dari sulaman sutra itu, dan gelas sutra memikatmu dgn pesona intrik, halus namun tajam.lalu aku,gelas kaca retak,hanya menampung air hujan tiap malam pekat. titik. - dari kepingan twit nona @shesagnostic. - 22-10-2012