Posts

Showing posts with the label menangis

yang tak diketahui-nya

“It is a grave injustice to a child or adult to insist that they stop crying. One can comfort a person who is crying which enables him to relax and makes further crying unnecessary; but to humiliate a crying child is to increase his pain, and augment his rigidity. We stop other people from crying because we cannot stand the sounds and movements of their bodies. It threatens our own rigidity. It induces similar feelings in ourselves which we dare not express and it evokes a resonance in our own bodies which we resist.” ― Alexander Lowen, The Voice of the Body dia menangis. air matanya tidak terlihat. sayapnya patah. sayap-sayap yang tak berwujud. hatinya patah. berkali-kali. tapi di depanmu, dia hanya tersenyum dan tidak mengeluh. selalu.

bahagia sembunyi

menari, menyanyi jangan menangis. tumpahkan dalam tawa. hapus luka lalu lari dan terbang. lepas beban asa. usah pikir derita yang menghimpit. buang pahit dalam nadi. vena dan rasa sakit hati jangan buat teman abadi. tinggalkan luka di belakang. waktu tak menunggumu, kejar dia sambil tersenyum. semua hanya masalah waktu. ketika kau berhenti sesungguhnya bahagia sembunyi. dia menanti kau siap melangkah baru.

(CINTA) yang menangisi LUKA

Sempat padanya (cinta) ku bertanya. Gerangan apa dia  (cinta) menangis? Jawabnya luka pergi dan menghilang. Kutanya kemana? Jawabnya tak tahu. Aku merasa heran./Mengapa kau menangis? Harusnya kau bahagia./ Tak ada luka maka kau (cinta) akan menjadi utuh tak tergores, takkan pernah meneteskan air mata. /Takkan ada sedih hanya tawa. Dia (cinta) diam dan tersenyum pahit. Kau Tanya mengapa? Jawabnya kau pun tahu, katanya: aku (cinta) takkan sempurna jika tak bersama luka./ Karena luka yang mengajarkan seperti apa aku (cinta) yang sesungguhnya./ Tanpa luka aku (cinta) hanya kepalsuan dibalik tawa, aku (cinta) takkan pernah tahu bagaimana cara bangkit dari keterpurukan./ Tanpa luka, aku (cinta) tak pernah sekuat ini. Dia (cinta) balik bertanya. Kau tahu mengapa kau sekuat ini sekarang? Pernahkah kau sadar? Karena ada aku (cinta) dan dia (LUKA)