Posts

Showing posts with the label hidup

mari bercerita tentang apa saja #2

Judul: Makna Hidup. aku pikir diriku sudah mengerti, tentang pilihan. bahwa hidup hakikatnya hanya tentang memilih, entah menetap atau beranjak pergi, menerima kehilangan. hampir saja aku jadi manusia sombong merasa sudah mengerti tentang dunia. semua yang terlihat, tak semudah yang dirasa. kini tunai sudah janji pada diriku kenangan dan masa lalu kulepaskan di belakang tanpa terikat sesuatu menerima bahwa tak ada yang abadi, hanya waktu. kita pernah bersama. kita pernah berpisah. kita pernah tertawa. kita pernah bersedih. aku menerima makna hidup sesungguhnya. hidup adalah pusaran waktu, emosi, kenangan kita, manusia. kita pernah bersama. kita pernah berpisah. kita pernah tertawa. kita pernah bersedih. aku menerima makna hidup sesungguhnya. hidup adalah pusaran waktu, emosi, kenangan kita, manusia.

untuk yang pernah ada dalam hidupku..

13 April 2012 pukul 16:59 · halo yank..gimana kabarmu? mungkin kamu takkan lagi mendengar suaraku. atau pesan ini entah sampai dimana. apakah tulisanku ini bisa sampai di tempatmu. disini ada teriakan penuh cinta. yang terpendam tak terkatakan, begitu juga kata maaf dan kata-kata lain. heii kmu yang bodoh selalu terobsesi pada kematian. aku benci mendengar kamu mengatakan itu tapi aku tak mampu mencegah. andai mampu ku katakan pada malaikat maut untuk menahan kepergianmu biar kita bisa berbincang sejenak, layaknya dulu ketika hati ini masih satu berdampingan denganmu... heii kmu tersenyum disana yah  jangan menyerah lagi pada kematian, kematian adalah teman kita semua nanti, kematian sekarang temanmu. mungkin suatu saat aku akan datang padamu entah kapan. biar kita berbicara di senja yang indah sambil menatap awan beriringan... aku dulu mungkin tak banyak mewarnai hidupmu dengan warna-warni yang cerah, mungkin aku hanya warna-warna pastel yang tak berwarna-warnitapi ka...

(CINTA) yang menangisi LUKA

Sempat padanya (cinta) ku bertanya. Gerangan apa dia  (cinta) menangis? Jawabnya luka pergi dan menghilang. Kutanya kemana? Jawabnya tak tahu. Aku merasa heran./Mengapa kau menangis? Harusnya kau bahagia./ Tak ada luka maka kau (cinta) akan menjadi utuh tak tergores, takkan pernah meneteskan air mata. /Takkan ada sedih hanya tawa. Dia (cinta) diam dan tersenyum pahit. Kau Tanya mengapa? Jawabnya kau pun tahu, katanya: aku (cinta) takkan sempurna jika tak bersama luka./ Karena luka yang mengajarkan seperti apa aku (cinta) yang sesungguhnya./ Tanpa luka aku (cinta) hanya kepalsuan dibalik tawa, aku (cinta) takkan pernah tahu bagaimana cara bangkit dari keterpurukan./ Tanpa luka, aku (cinta) tak pernah sekuat ini. Dia (cinta) balik bertanya. Kau tahu mengapa kau sekuat ini sekarang? Pernahkah kau sadar? Karena ada aku (cinta) dan dia (LUKA)