Posts

kontemplasi

kontemplasi gue lg berpikir soal “what do i looking for? where    is my finish line and when” its more about    this life i live.  kayak selama ini im trying my best, like super hard ada malam2 yang orang ga tau.  in between papers, prayers, life choices, tears, laugh, disappointment, happiness. whatever im facing where only me and my heart and my mind shared. ada momen yang kaya lu bisa nyerah, and i can choose to give up. instead i keep walking this path. kaya lo mau sampe mana sih? titik pencapaian lo apa sih? gue pernah merasa kayaknya gue udah sampe di titik yang ga pernah gue bayangkan. dengan gue yang dulu, it is hard to believe man.  i was so sure with my life at some point, and fact kicks, something drags me down. i had to rethink about my life. i had to make sure again my life choices, i can just forget and walk. or whatever  gue gatau… bener-bener gatau, i re evalute myself. do i worthy enough? am i making mistakes? or is it just a phas...

mari bercerita tentang apa saja #3

 Judul: Menerima Ada saat dimana aku tiba-tiba teringat. Gambaran dirimu yang ku rekam lekat-lekat. Hangat sejenak. Sakit kembali membuatku terentak. Bahagiamu, aku hadir. Sedihmu, aku temani. Menenangkanmu, tugasku. Kehilanganmu (tak ada dalam rencanaku) Hati yang terpatah-patah. Bergantung pada kenangan saja. Tiap bagian dari otakku berharap lupa. Mengais memohon agar aku menyerah. Saling menguatkan, hati dan otak. Tubuh dan pikiran. Saling menyembuhkan, masa lalu dan masa kini. Kenangan dan kenyataan. Sia-sia (sudahlah) Lupakan saja (segala yang terjadi) Kenangan (pahit manis) Rasa yang ada (lenyapkanlah) Pasrahkan (apa yang pernah kaumiliki) Relakan (yang tak pernah ditakdirkan untukmu) Memahami (hidup tak selalu indah) Menerima (apa-apa yang terjadi) Terbakar Menjadi arang Menjadi abu Terhempas Semua yang kau rasa akan hilang Semua yang hilang kan terganti Jakarta, 16 Mei 2021 To: Dear MR

mari bercerita tentang apa saja #2

Judul: Makna Hidup. aku pikir diriku sudah mengerti, tentang pilihan. bahwa hidup hakikatnya hanya tentang memilih, entah menetap atau beranjak pergi, menerima kehilangan. hampir saja aku jadi manusia sombong merasa sudah mengerti tentang dunia. semua yang terlihat, tak semudah yang dirasa. kini tunai sudah janji pada diriku kenangan dan masa lalu kulepaskan di belakang tanpa terikat sesuatu menerima bahwa tak ada yang abadi, hanya waktu. kita pernah bersama. kita pernah berpisah. kita pernah tertawa. kita pernah bersedih. aku menerima makna hidup sesungguhnya. hidup adalah pusaran waktu, emosi, kenangan kita, manusia. kita pernah bersama. kita pernah berpisah. kita pernah tertawa. kita pernah bersedih. aku menerima makna hidup sesungguhnya. hidup adalah pusaran waktu, emosi, kenangan kita, manusia.

diantara dua malam dan empat kalimat harapan penuh doa

Image
kukirimkan doa untukmu di antara 2 malam semoga 4 kalimat harapan dan segala doa tersampaikan dan tercapai untukmu: pribadi yang baik itulah dirimu istimewa hatimu itulah pancaran auramu agar selalu mencapai kebahagiaan itulah doaku lautan keberkahan akan selalu melimpahu apa yang kau inginkan tercapailah tuan umur yang dipenuhi doa capai asamu dan jangan lupakan orang-orang yang mencintaimu mengelilimu nanti akan ada saatnya semua perjuanganmu kau tuai inilah jalan hidup yang kau cita-citakan nantikan buahnya di penghujung jalan ada doa di setiap langkahmu tuan.  mengingatkanku adanya adalah figur luar biasa dirimu.selalu. https://id.pinterest.com/pin/187743878190516790/

selamanya ada dirimu di diriku

Image
 hari itu aku duduk terdiam menatap langit dan terang lampu kota sebagian dari diriku ada di tempat itu sebagian lagi kurasa ada padamu. kurasa sebagianku ada padamu karena alasan-alasan yang kusebut sebagai kenangan. sebagian dari diriku terbentuk karenamu. ribuan planet seperti menjaga jarak, sebagaimana kita. serupa lautan memegang temaram pantulan bayang-bayang bulan. selamanya ada dirimu juga di diriku. selamanya ada. jakarta, 13 januari 2021. ML.                                                              I mage by Patricia Alexandre from Pixabay ( https://psiloveyou.xyz/i-sea-the-moon-be2bdb33639c)

Wedding Trailer and Invitation Cinematic Jakarta - Song by James Bay - ...

Image

mari bercerita tentang apa saja #1

pada saatnya, kita akan dihadapkan pada hari-hari yang sulit. pada hari ketika hujan turun dengan lebat, hingga sepatu boots-mu tenggelam oleh air selutut. pada hari yang panas, menyengat bahkan saat payungmu terbuka lebar. pada hari yang melelahkan, ketika dokumen kantor menumpuk tak terhingga, hingga pandangan matamu terhalang kertas bertuliskan perintah pimpinan. pada hari yang memuakkan, ketika kau berhadapan dengan orang bebal yang tak bisa kau ajak bicara atau mendengar. pada hari dimana orang terdekatmu mungkin acuh dengan suaramu. pada hari dimana tangisanmu tak terdengar, tenggelam oleh  hiruk pikuk obrolan manusia-manusia di sekitarmu. pada hari-hari lain dimana semua terasa begitu menyulitkan. pada hari-hari itu, ingatlah ini: Baiklah, aku akan memberitahumu: hidup bukanlah tangga berlapis emas. ada paku payung di dalamnya, dan serpihan, dan papan-papan tua yang rapuh dan mencuat setiap kali kau injak, dan tempat-tempat tanpa karpet di lantai- Telanjang...

libatkan aku sedikit saja

Dengan apa lagi memangnya harus ku buktikan rasa ini? Belum cukupkah semua kesungguhanku lalu ketulusanku? Apakah aku masih tak punya nilai tambah? Taruhlah peranku sedikit saja dalam sinema hidupmu. Ya hidup ini sinema Sinema yang nyata diperankan dengan berdarah-darah dengan menangis. Jika tak bisa aku menjadi peran utama, letakkan aku sebagai cameo. Setidaknya libatkanlah aku sedikit saja. Setidaknya dengan ini semua, bisa kutebus luka hati yang pernah kubuat. Tak bisakah aku berperan menjadi protagonis yang mensuplai kadar kebahagiaanmu. Lalu apakah aku antiklimaks dalam ceritamu atau peran anatagonis? Aku ingin sekedar tumbuh bersama dalam ceritamu. Sedikit saja, torehkanlah namaku dalam naskah sinema kehidupanmu. aku tidak ingin dibutakan dalam keadaan melihat. aku ingin melihat sejelas mungkin. ijinkan aku tumbuh bersamamu. dewasa bersama, patah bersama, suka cita pun bersama.

tak mengapa

tak perlu keluhkan awan hitam tak perlu keluhkan tiada bintang tak mengapa tak ada hangat pabila hujan tak mengapa sesekali risau katakan saja pergi pergi seperti mantera ucapkan lembut dalam hati“hus pergilah ” ingatlah sang surya akan muncul kala pagi lalu jika sang surya pergi akan datang senja masing-masing indah seperti hari, esok kan berganti esok, yang jauh kan jumpa esok ,yang hilang kan pulang 23.10.17 / mks. ML.

kegelisahan dan doa

Tuhanku, Hamba berserah kepadamu. Kepada jalan takdirmu. Kepada kuasamu. Hamba yang berdosa memohon ampunan kepadamu. Kegelisahan membumbung bagai awan menggantung di langit. Hamba tersungkur pada tiap sujud hamba ya allah. Hamba terlalu banyak berdosa, hingga kauji hamba, kauji hamba. Berkali-kali. Berkali-kali. Berulang-ulang. Hanya untuk menyadarkan hamba kembali kepadamu. Engkaulah tempatku berpulang ya allah. Kuatkan hamba, teguhkan hamba di jalan hidayahmu. Ya Allah, Ya rabbku. Ya rabbku. Ya rabbku. Ketika ujianku berat, ku teringat padamu. Ketika kebahagiaan melanda, ku bersyukur padamu. Ketika masalah merundungku, ku hanya bisa bersujud. Tuhanku, engkaulah tempat terakhir ku bisa bergantung. Satu-satunya penopang hidupku. Maafkan aku tuhan, masih banyak kubersalah padamu. Jika kutahu sejak dulu sujudku mendekatkan ku padamu, takkan kuangkat kepalaku dari sajadahku. 11.10.17 / mks. / ml

sebuah perjuangan dan hati di batas keraguan

aku bukannya tidak berjuang. ibarat mendaki gunung, saat ini akupun sedang berusaha. menapaki tapak demi tapak dinding pertahananmu. merobohkannya tak mudah. melewatinya ku berharap dalam-dalam. dinding ini yang kau bangun dengan tinggi dan kokoh dikarenakan kau sedang terluka. luka yang orang lain buat. maupun luka yang aku buat. aku sedang merobohkan dinding pertahananmu a man with a heart of a fragile little man, with all those scars and distrust. ya, hal terberat adalah meruntuhkan batasmu denganku: luka dan ketidakpercayaanmu. segala keraguanmu. terarah padaku. kucoba dengan segala cara; berjalan, berlari, merangkak, memanjat. berusaha menemukan setiap celah. …………………. lalu aku tergelincir di tempat yang sama di celah antara inti hatimu yang dibatasi keraguanmu kepadaku. sungguhpun kaki ini terluka, sakit karena harus melalui  segala rintangan itu entah mengapa aku masih berusaha. kulihat puncak gunung. kulihat ka...

bukankah kita pernah berjanji?

bukankah kita pernah berjanji? berjuang bersama melalui apa yang kita sebut masalah. bersama menghadapi segala ujian dunia. bukankah kita pernah berjanji ? menerima setiap bagian diri kita. baik buruk diri kita masing-masing. bukankah kita pernah berdampingan. berpegangan tangan melalui jalan yang sulit. lalu? kemana semua janji dan perjuangan itu? apakah takaran perjuanganmu berbeda denganku? apakah perbedaan ini terlalu sulit untukmu? apakah diriku teka-teki yang sulit kau pecahkan? sejatinya akupun menanti. akupun berjuang. akupun berdoa. lebih lebih dari yang kau ketahui. lebih dari itu semua. mungkin hanya tuhan yang tau seperti apa dan sejauh mana kulangkahkan tapak kakiku. dan hanya ialah yang tahu seberapa keras perjuanganku. tidak jugakah kau lihat dan adakah kau perhitungkan itu? 11.10.17 / mks / ml

what to do when the world turns dark and become silent?

to love is to smile. to love is to cry. to love is to feeling happy.  to love is to feeling upset. at first with all these buttefly inside your stomach. you look at the world as it perfect. you look at the world like it ignited with fireworks. then: the world turns dark. than the world is become silent. you feel deserted and isolated. you feel like you are down. you fall at your lowest. down to your knees. found yourself begging and praying and hurting. we all seek for a solution to ease this. in a religion view: god is testing you. god tells you to comeback, comeback into god. in a melancholist view: you have to cry it all out. darling ,yes what they said are all could be true. darling before all of that, stand up on your feet first than pray than cry. and pray again and again and again and again and again ..... than do whatever you can do to ease your pain. in a good way. darling me and you, we have to remember this: before we cling in...

permohonan- permohonan untuk kekasih

aku ingin tenggelam di dalam ruang di antara kedua lenganmu kekasih. menyelami makna di balik senyumanmu. mengerti apa arti kebisuanmu. aku ingin lebih memahamimu. dan maukah kau belajar untuk memahamiku? maukah kau berproses bersamaku? mari kekasih, bersama duduk diantara rimbunnya dedaunan beringin yang bergantungan ; atau sekedar bercakap dalam sunyinya lembah merapi. berdua, meminum kopi stasiun tugu sembari berbincang hal-hal kecil dan menggenggammu erat. kekasih:  kita dua jiwa yang kadang butuh pertengkaran kecil dan besar untuk memahami. kita dua jiwa yang saling berdoa; dalam diam, dalam tangis, dalam amarah. ingin kukecup jiwamu. ingin kuraba dan kusentuh dalam celah  diantara dua bibirmu. memagut bibirmu dalam kesyahduan yang sendu. untuk menemukan makna dibalik; manisnya gelak tawamu - getirnya ucap kecewamu - sedihnya kisah kisah kehidupanmu. kekasih: kekeliruan - kegelisahan- kegetiran yang pernah kubuat hadir...

apa itu luka?

[ luka  /lu·ka /   1   n  belah (pecah, cedera, lecet, dan sebagainya) pada kulit karena kena barang yang tajam dan sebagainya: --  nya dalam dan mengeluarkan banyak darah;   2   v  menderita luka:  kakinya -- kena peluru;siapa -- siapa menyiuk, pb  yang merasa tersindir, dialah yang berbuat sesuatu sebagai yang disindirkan itu; - -- hati   ki  sakit hati;  -- parah  luka yang sangat berat (serasa hampir tidak tertolong); ] manusia dan luka adalah sebuah pola seperti manusia dan bahagia adalah juga pola kita hidup dalam aliran rasa kita menjalani hidup dengan pusaran rasa manusia adalah terbiasa menjadi luka dan luka adalah biasa biasa kita rasa mengerti dan memahami bahwa hidup tak selamanya suka hidup tak selamanya riang hidup tak selamanya bahagia begitupun sebaliknya: sejatinya, luka tak selamanya semuanya adalah pola kehidupan manusia adalah luka luka adalah kita manusia adalah bahagia...

menuju keputusasaan

kelelahan yang sama dan berulang. aku dan bayang masa laluku memberatkan langkahku. tidak mudah menemukan seseorang yang menerima dirimu apa adanya. apa yang kau lakukan di masa lalu menjadi mudah bagi orang lain untuk menilaimu. mengukurmu. menjustifikasi setiap tindakanmu. menghalalkan emosi untuk terarah padamu. aku dan apa yang aku lakukan di masa lalu-ku seharusnya menjadi sesuatu yang tetap ada di masa lalu. bagaimana mungkin kita bisa melangkah maju? jika ikatan masa lalu memberatkan langkah kita. tidak mudah memang bagi seseorang menerima masa lalu kita. apa yang kita lakukan dahulu bukankah sesuatu yang pantasnya kita kubur. bukankah kesungguhan dalam mencintai adalah menerima masa lalu dan mempercayakan pada saat ini? aku dan langkahku hampir menyerah. hampir sedikit lagi menyerah pada kekecewaan. bukankah cinta adalah penerimaan? bukankah cinta adalah keikhlasan. hampir sedikit lagi aku menyerah pada harapan, bahwa akan ada yang menerimaku tanpa sedi...

wanita dan kisah yang sama.

dia adalah sesosok wanita tangguh. hatinya sudah kebal dengan luka.bukan sekali, banyak yang menggoreskan luka di sekujur tubuhnya. kadang si wanita bodoh itu sendiripun yang mengukirkan luka. KINI.. dia berusaha bangkit walau terseok-seok. wanita itu kadang bertanya, dosa apa yang dia perbuat hingga tuhan menghukumnya dengan mengirim sejuta harapan kosong, teman penuh kepalsuan atau hanya  cinta yang terlalu tinggi untuk digapai. dunia ini berputar, rotasi sebagaimana mengelilingi matahari. wanita itu selalu memusatkan titik rotasinya, pada cinta yang ia sembah. mungkin itu mengapa tuhan menegurnya?? cintamu harusnya pada ilahi. tapi sebagaimana di al-quran adam tergoda buah khuldi, atau kisah alkitab, dimana ular menggoda adam. wanita itu terbuai cinta. wanita itu sudah punya lilin penerang, yang selalu siap menghangatkannya, tapi desau angin selalu mengancam akan memberi mereka badai, " lilin itu akan membakarmu, atau kami yang akan membakarmu ." - geti...

sebuah akhir cerita tanpa pahlawan

ada luka disekujur hati. membuat setiap yang merasakannya seakan nantinya siap terbujur kaku. ada manusia yang sanggup membuat luka itu. ada orang yang sanggup menyakiti hati: yang selama ini berdoa sembari terdiam: menunggu berselimut janji. cerita hari esok tak ada lagi. seakan manusia itu mereka berjalan terseok-seok dalam luka, mengapa? mungkin karena tangan yang selama ini erat menggenggam langkahnya tak ada lagi. langkahnya goyah dimakan janji usia. semua yang mereka lakukan tujuannya hanya ingin menyingkirkannya. tidak ada lagi pertolongan di tengah malam. ceritanya membeku terbujur kaku. dia sekarat dibalik senyum manisnya. semua ucapan terimakasih tak ada lagi, pahlawannya meninggalkannya sendiri sekarat saat klimaks tiba. lalu menutup akhir cerita.

bungkam rasa & aku

bungkam rasaku tuhan. matikan seluruh inderaku. karena seluruh inderaku mencintainya dengan cara-cara yang penuh pengabdian, sebuah ketulusan tanpa harap balas. mata. telinga. lidah. hidung. kulit. aku memandang, mendengar, mengecap, mencium, meraba - dengan penuh dengan menyeluruh dengan segenap. sosokmu. bungkam luapan rasa, buatku amnesia. bahkan dalam diam terlintas dia. sinis dan konyol. terlebat bayang demi bayang. bungkam rasaku: hanya ada ragaku rasaku yang waktu adalah luluhlantakkan utuhku yang olehmu - karenamu kulebur dalam sendu kuat terpagu. hanya ada ragaku rasaku yang waktu adalah luluhlantakkan untukku yang olehmu :karenamu kulebur dalam sendu kuat terpagu [gema dalam ruang sendu kalbu]

good choices, bad choices, grown-up, whatever – ini judulnya titik

jadi hari ini  hujan turun, di samping saya segelas kopi, di depan saya laptop menyala, lalu tiba-tiba, bam! saya duduk memikirkan hidup saya a few years back. nothing much changed. selain saya sedang menempuh pendidikan magister, master, whatever they call it. yang pasti berbeda adalah orang-orang baru yang saya temui. lingkungan tempat tinggal  yang berbeda. tantangan baru. hanya saja kisah yang sama, dengan pemeran berbeda. kira-kira begitu jika saya disuruh memaparkan sinopsisnya. ---------- saya pikir semakin saya dewasa, langkah-langkah yang saya ambil akan mudah, ya karena begitulah, kita tumbuh dengan melihat orang dewasa pahlawan kita. saat kita terjatuh, ada ayah yang akan menggendong kita dan mengatakan semua baik-baik saja. saat kita sakit, ibu membuatkan bubur pandan beraroma khas kasih sayangnya. kita punya saudara ataupun saudari untuk menertawakan hal bersama. nyatanya yang saya alami itu di masa kecil. Bagi anak rantauan sep...