Saturday, December 29, 2012

salju [leiden - 2]

ini kesekian kali aku merindu.
aku terserang tepat di kalbu.
malam selalu seakan lama berlalu.
masih pertanyaan yang sama, apa kabar dirimu?


salju sedang mencairkah di leiden.
aku masih kangen.
kangen hangat yang sama walau salju di leiden.


aku berharap segera bertemu.
dan kita akan jadi satu.

apa kamu tahu?
lagu di ipodku hanya ada satu.

setengah mati merindu

aku ingat kau goda aku cengeng.


biar saja lagu-lagu cengeng di playlist ini yang mengisi hatiku yang lengang.
karena  hanya ini obat untuk wajahmu yang selalu terkenang.


salam dari kepulauan berbatik....
dari yang setengah mati merindu..

why? #onlypict


Saturday, December 22, 2012

mama - beta

putih-merah

selamat pagi mama,
"mama. beta mau ke sekolah." - kecup pipi ibu, cium tangan

selamat malam mama,
"mama, beta mau tidur bacakan dongeng" - mama kecup pipi.

i love you mom

_________________________________________________________________________________

putih-biru

selamat pagi mama,
"mama, beta mau pi skolah, siang les" - kecup pipi mama.

selamat malam mama,
"mama beta mau tidur, selimutin beta kaki mama"- mama kecup pipi.

i love you mom, mama mulai bawel

_________________________________________________________________________________

putih-abu

selamat pagi mama,
"mama, beta siang mau pi deng tamang, mama seng usah jemput jemput"  - kecup pipi mama. terburu-buru

selamat malam mama,
"mama beta mau tidur, tadi tamang ada acara jadi beta pulang agak malam" - berbalik dari mama

mama bawel
_________________________________________________________________________________

kemeja - jeans

selamat pagi mama,
sms: "mama, beta kuliah pagi kemarin seng angkat telpon"

malam,
"mama, beta sibuk jang ganggu dolo"

mama ganggu

_________________________________________________________________________________

toga wisuda

mama, beta minta maaf, selama ini beta lupa bahagiakan mama, beta lupa kecupan hangat yang mama kasih dari dolo sampe beta basar, sekarang beta cuma pengen mama hadir di beta wisuda, beta mau bikin mama bangga. mama beta janji berubah jadi lebih baik, mama cepat sembuh, mama jang pi, mama you're my everything, beta akan kembali dan cium mama pipi dan selimutin kaki mama. just promise me you'll gonna be okay
love you mom, now and forever




keterangan penulis:
beta: saya/aku
pi: pergi
jang: jangan
basar: besar/dewasa
tamang: teman
seng: tidak

salju [leiden-1]

aku baru saja meneguk segelas coklat hangat.
sambil memandang ke arah luar.
paris dari jawa kembali meneteskan gerimisnya.
aku tersenyum memikirkan gelak tawa yang kita alami bersama.
bukan hanya itu aku rasanya ingin membagi kehangatan yang sama denganmu.


kemarin menangis.
lalu tertawa.
selalu berganti.
tapi bahagianya sama.


apa kabar salju di leiden?
masih tetap sedingin biasanyakah?
kau selalu suka meniupkan nafasmu di tengah dinginnya salaju dan melihat ke arahku lalu tersenyum.

senyum hangat yang sama (yang terarah) padaku ketika aku menangis John Terry anjing sSiberian Husky kesayanganku mati.
padahal aku tau kau benci anjing tapi tetap saja ngotot menemaniku membeli, mengantarnya ke salon, memandikannya dan bahkan menguburnya dibawah salju leiden.

halo ini musim dingin pertama tanpamu.
aku berharap segera bertemu denganmu lagi.
dan membagi uap hangat segelas coklat hangat yang sama...

salam ya dari kepulauan berbatik....

Monday, December 10, 2012

bahagia sembunyi

menari, menyanyi jangan menangis.
tumpahkan dalam tawa.
hapus luka lalu lari dan terbang.
lepas beban asa.
usah pikir derita yang menghimpit.
buang pahit dalam nadi.
vena dan rasa sakit hati jangan buat teman abadi.
tinggalkan luka di belakang.
waktu tak menunggumu, kejar dia sambil tersenyum.
semua hanya masalah waktu. ketika kau berhenti sesungguhnya bahagia sembunyi.
dia menanti kau siap melangkah baru.

sebaris sms buat kamu [1]

pagi...
sedang minum kopi apa kamu pagi ini?
ohh kopi robusta kau selalu suka bau kentalnya...
semoga harimu cerah




siang....
sedang minum kopi apa lagi kamu siang ini?
iya ice vanilla latte
kau selalu suka rasa manis dan pahitnya...
semoga kau penuh semangat

 

malam....
sedang minum kopi apa kau malam ini?
black coffee dengan krimer 
ya kau selalu suka kekentalannya
semoga istirahatmu terpuaskan

 and hey, i miss you...



option
send....yes/no....

kuklik untuk ketiga kalinya dan untuk kesekian harinya tombol telepon merah di sudut kanan telpon genggamku...

Monday, December 3, 2012

saat bahagia

tiap detik bisa menjadi saat-saat berharga.

dan waktu adalah sesuatu yang harus kita hargai
saat-saat bersama
dengan keluarga,
teman,
kekasih,
saat dimana setiap tawa adalah sumber kebahagiaan
dan waktu itu takkan terulang.

saat orang tua memeluk kita,
saat teman mendukung kita,
saat kekasih mendengarkan tiap keluh kesah kita.


saat-sat bahagia yang tak terbeli dengan harta
harta yang mampu membeli gunung emas
namung bukan segunung perhatian


andai dapat ditukar segunung emas yang dimiliki
dengan saat-saat bahagia itu

mungkin kita hanya bisa miskin harta
tapi bukan miskin cinta dan perhatian....

Tuesday, November 6, 2012

masih bisakah kata itu datang?

"Kadang-kadang Anda membutuhkan kesempatan kedua, karena waktu tidak siap untuk yang pertama."


Begitu inginnya kudengar kata itu.
Begitu inginnya mendapatkan kembali senyummu, yang belakangan ini makin memudar dari kepalaku, yang ingatannya mulai menua, kata mereka pikun.
Menemukan kaus kaki, kunci, dan dompet juga telepon genggam rasanya lebih mudah dibanding menemukan ingatan akan senyuman itu.

Selalu saja aku kehilangan fokus, tiap kali membaca buku, menulis dan ataupun menyetir kendaraan.
Menyalakan korek api saja sesulit memasukan benang ke jahit ke ruangan kosong di jarum yang kugunakan untuk menjahit.
Tangan gemetaran, bersamaan tiap detak.


Aku menghembuskan nafas lebih sering dari biasanya.......
Mungkin udara kota ini memburuk, alasanku pada diri sendiri.

Menengadahkan wajah ke arah langit, kebiasaan ini jadi kebiasaan baru,
Apa alasanku pada diri sendiri? tentu saja.....
aku takut ada air hujan jatuh melalui mata dan mengalir ke pipi. asin.
iya asin.


Hati ini berhenti di kamu, nafas ini, langkah ini.
Lalu kalau hatimu begitu keras untuk bilang "kumaafkan"
Bagaimana kabar hati nafas dan langkahku ini..


Semoga lagu yang kaubaca, musik yang kaudengar, batang sekian dari rokokmu, dan bergelas-gelas minuman yang kauminum, bisa membisikkan penyesalanku dan membawa maaf datang padaku dari sela-sela jendela kamar dan mungkin akan datang sms singkat bodoh bergambar :) dari nomormu yang kuhafal, selalu, hanya saja hilang tiap kali kucoba menekan tombol hijau itu.
AMIN

salam hangat,
dari seseorang yang selalu menunggu "maaf" datang mengetuk pintunya disela-sela harinya...

DARI KURSI PENUMPANG TAXI




Lampu jalanan kota menghantam jendela taksi malam ini, membuat aku terpaku, menatap malam di kota yang mereka sebut “kota bunga’ / Nampaknya malam ini dingin / embun dan kabut menghantam jendela kaca, pak supir bergegas menutup kaca, menyalakan pendingin mobil.

Ada pengemis yang menatapku. / Setengah sayu, tapi juga terbakar sedikit semangat, walaupun tidak ditunjukkan oleh pengemis itu secara nyata. / Mungkin takut tidak menarik simpati dan utamanya empati. / Mungkin semangat yang timbul, itu karena ada harapan dalam penantian akan gemerincing kepingan-kepingan logam atau bunyi kertas yang bergesekan / Kertas yang tentunya bergambar pahlawan-pahlawan, yang dahulu tak menengadahkan tangan kepada yang memandang mereka rendah , ‘orang bawahan’ , tapi mereka dahulu menengadahkan pedang, bahkan tombak bambu kepada yang memandang ‘bawah’ mereka.

Aku membuka kaca jendela sedikit, memberi recehan-recehan kembalian sisa beli satu cangkir cafee mocha tadi, recehan yang terselip-selip di sela-sela saku dompet. / Pengemis tersenyum dan berjalan kearah belakang , pada kendaraan-kendaraan yang juga korban jalanan, jalanan yang selalu saja menuntut kami mengantri, sabar ataupun tidak.

Sementara di sudut jalan yang sama, di atas trotoar yang lebar. / Sepasang sejoli memarkirkan motor. Tentu saja mereka sejoli. / Apalagi jika mereka bukan sejoli? / Motor terparkir di atas trotoar pojok yang luas itu, standar setengah motor diturunkan, mereka duduk di beton tinggi di atas trotoar itu , agak memojok. / Tentu saja merek saling menggenggamkan tangan dan memandang. / Romantisme ala pinggir jalan, tanpa lilin dan live music hanya iringan musik dari bunyi klakson yang kadang bersautan. / Aku memalingkan kepala kearah yang berlawanan dari sejoli itu, sengaja, tak ingin melihat lebih lama.

Aku meremas tanganku sendiri, menunggu warna hijau muncul, bukan karena terburu. Hanya saja tiba-tiba hatiku kebas. Biasanya malam-malam yang sama, dalam situasi yang sama, ada yang menggenggam tanganku seperti yang dilakukan oleh……………………………



AH SIALAN! Kenapa harus mengingat itu, sungguh tak ingin.
Hatiku berdetak, bagai diremas dan diiris sembilu. / Perasaan ini apa namanya ya? Oia, perih….
Kucoba merogoh tas tangan, mencari sebatang rokok yang mungkin saja masih tersisa, sialan, yang ada hanya bungkus kosong, kubanting bungkus rokok itu ke dalam tas lagi, kembali terpaku melihat lampu jalanan yang berseberangan dengan sejoli tadi.

*****Tin tin tin tin tin tin…******
Bunyi klakson berkali-kali dibunyikan oleh mobil di belakang.
Lamunanku seketika dibuyarkan. / Supir taksi menginjak gas, bukan karena dia juga terburu tapi karena ada setoran berikutnya menanti, searah dengan tujuanku, terbaca dari panggilan yang dijawabnya di radio komunikasi mobilnya. Dia makin bersemangat ingin sampai. /
“ Pak jalannya agak cepat ya pak, malam ini macet sekali, saya harus segera kembali ke apartemen saya…”
“Iya neng, siap. Maklum malam minggu, isinya plat huruf kedua alphabet kebanyakan, hehehe.”
Supir taksi tertawa, garing….
Aku juga tertawa, setengah memaksa….

Dan kemudian taksi biru muda ini melaju, meninggalkan pengemis yang kembali sayu di belakang, mobil di belakang yang juga tak sabar, dan pasangan yang duduk di pojokan trotoar, juga ditinggalkan di belakang….

Tapi tetap saja laju taksi tak mampu membuat hati yang teremas dan teriris sembilu itu tertinggal di belakang…….

Tuesday, October 30, 2012

segalanya kamu




pahit mendulang tangis
manis mendulang tawa
tapi dirimu adalah kombinasi segalanya

bahkan semesta yang ingin kujelajahi ada padamu
tak ingin lagi kutembus galaksi
karena bersamamu rasanya bahkan pluto dan bumi bertetangga

bagiku kau adalah kopi susu
manis maupun pahit aku sungguh nikmati
minuman favoritku apalagi saat hari hujan
hanya hangatmu yang meredam dinginnya rintik hujan

bagiku kau adalah semesta alamku
segalanya adalah kamu

Friday, October 26, 2012

have you ever?

have you ever? see a sea without water
a sky without clouds, sun
a rain without a raindrops
thats how i wake up without you and your love

manakah #kode hujanmu? :)

hujan itu #kode , #kamuflase bisa-bisanya dia secara samar tapi jelas bilang kalau saat ini (1)

sebagian orang yang merasakannya sedang mengingat-ingat rasanya pernah dipeluk seseorang dengan hangat (2)

sebagian orang lagi sedang mengingat-ingat pernah berbasah-basah, atau membasah-basahi diri supaya kekasihnya sedia membuka pintu rumah & hati (3)

sebagian lagi yang merasakan juga hujan, sedang memikirkan kekasihnya yang jauh, yang andai sekarang kekasihnya ada di sampingnya, tentu hujan tak dingin tapi hangat (4)

hujan jg meng - #kode bahwa disaat kita bernyaman-nyaman dengan selimut sebagian orang berusaha menyamankan diri dengan kardus bekas (5)

hujan jg meng - #kode ada orang yang sedang di motor berharap ada yang dibonceng dan bersama-sama kehujanan dan dia bisa dipeluk agar hangat (6)

hujan jg meng- #kode : bahwa ada org yang duduk di samping pria yang menyetir mobil tapi malah berharap yang menyetirkan dia adalah orang yang biasa ditemuinya diam-diam (7)

                                        pict from: http://kintarous.com/bau-yang-khas-setelah-hujan.html

Wednesday, October 24, 2012

untuk yang pernah ada dalam hidupku..



13 April 2012 pukul 16:59 ·

halo yank..gimana kabarmu? mungkin kamu takkan lagi mendengar suaraku. atau pesan ini entah sampai dimana. apakah tulisanku ini bisa sampai di tempatmu. disini ada teriakan penuh cinta. yang terpendam tak terkatakan, begitu juga kata maaf dan kata-kata lain.


heii kmu yang bodoh selalu terobsesi pada kematian. aku benci mendengar kamu mengatakan itu tapi aku tak mampu mencegah. andai mampu ku katakan pada malaikat maut untuk menahan kepergianmu biar kita bisa berbincang sejenak, layaknya dulu ketika hati ini masih satu berdampingan denganmu...


heii kmu tersenyum disana yah  jangan menyerah lagi pada kematian, kematian adalah teman kita semua nanti, kematian sekarang temanmu. mungkin suatu saat aku akan datang padamu entah kapan. biar kita berbicara di senja yang indah sambil menatap awan beriringan...


aku dulu mungkin tak banyak mewarnai hidupmu dengan warna-warni yang cerah, mungkin aku hanya warna-warna pastel yang tak berwarna-warnitapi kamu pernah mengisi hidupku dengan tawa, dengan cinta, bahkan airmata.


maaf ini tak pernah sampai langsung pada telingamu, atau terbaca oleh matamu. tapi kuharap pesan maaf dan sayang ini sampai di peristirahatanmu.


tidurlah sayang. tidur yang lelap, tak ada lagi derita dunia yang menghambat. setiap doa orang yang menyayangimu juga aku akan selalu datang padamu, membelaimu dengan ketenangan, hingga suatu saat kita kan berjumpa (pula), di senja yang sama, dan awan yang beriringan.


maaf untuk salahku, dan selalu ada maaf untukmu
aku sayang kamu :")

ps: catatan ini juga untuk seseorang yang pernah ada dan pergi jauh selamanya :) semoga kamu tenang disana, maaf sedikit cengeng

long distance is you



 8 Desember 2011 pukul 23:25 ·

I know what long distance meant/You're close to my heart but too far for my hand to reach.

I know what long distance meant/You're close to my heart but i only hear your voice on a night call.

I know what long distance meant/You're close to my heart but only your picture on the phone all i could see.

I know what long distance meant/You're close to my heart but when i call you all i hear is silence in my room.

I know what long distance meant/Much more than this and its you.

I know what long distance meant/
And im afraid/
That someday it  doesnt meant you close to my heart anymore and turn into t it's you're not close to my heart..

- your's - 8.12.11


taken from my old notes, sorry a little bit kinda so cry little baby :)

do you feel it too?

do you feel it?

Hal yang kuinginkan dari kawan





Ini inginku kawan.
Kutulis dalam rangkaian kata-kata yang kuharap kan menyentuh lubuk hatimu.
Masih ku ingat langkah kita yang satu.
Sejalan dalam syahdunya kalbu.
Bersatu bagaikan irama yang merdu.
Namun kini semua tak lagi satu.
Kerana inginkku yang tak sejalan dengan inginmu.
Pikirku yang tak seirama dengan pikirmu.
Juga karena ideaku yang tak sejalan dengan ideamu.

Kawan,inginku ini tak begitu menarik.
Karena yang kuingin hanya agar hatimu tersentuh.
Dan mungkin kau kan kembali menjadi pribadi yang utuh.
Utuh dalam kejujuran.
Utuh dalam keterusterangan.
Utuh dalam kebaikan.

Kawan, aku masih punya keyakinan.
Keyakinan yang kuharap tak tergoyahkan.
Bahwa suatu hari kau kan kembali menjadi yang kuharapkan.
Kuharapkan bertumbuh dalam kedewasaan dan kebaikan.

Maafkan ini hanya inginku yang membosankan.
Karena yang kuingin hanya keterus-terangan.
Murni tanpa kepura-puraan.
Dan menjadi suatu yang murni menyejukkan.

Ini  inginku kawan
Dan inginmu?

(CINTA) yang menangisi LUKA



Sempat padanya (cinta) ku bertanya.
Gerangan apa dia  (cinta) menangis?
Jawabnya luka pergi dan menghilang.
Kutanya kemana?
Jawabnya tak tahu.
Aku merasa heran./Mengapa kau menangis? Harusnya kau bahagia./ Tak ada luka maka kau (cinta) akan menjadi utuh tak tergores, takkan pernah meneteskan air mata. /Takkan ada sedih hanya tawa.
Dia (cinta) diam dan tersenyum pahit.
Kau Tanya mengapa?
Jawabnya kau pun tahu, katanya: aku (cinta) takkan sempurna jika tak bersama luka./ Karena luka yang mengajarkan seperti apa aku (cinta) yang sesungguhnya./ Tanpa luka aku (cinta) hanya kepalsuan dibalik tawa, aku (cinta) takkan pernah tahu bagaimana cara bangkit dari keterpurukan./ Tanpa luka, aku (cinta) tak pernah sekuat ini.
Dia (cinta) balik bertanya. Kau tahu mengapa kau sekuat ini sekarang? Pernahkah kau sadar?
Karena ada aku (cinta) dan dia (LUKA)

yang menakutkan

bukan karena cibiran,
atau hambatan,
atau karena kebencian,
juga bukan karena dendam,
atau karena iri hati,
juga bukan apapun,



hanya satu yang aku takutkan,
ketika aku membuka mata dan rasa sayangmu padaku, hilang.....

Tuesday, October 23, 2012

3 huruf: h-a-i

hai....

sapaan lumrah di tiap hari kita.

pada orang tua, teman, kekasih, gebetan, selingkuhan, teman yang menyapa kita dan hemmm kita lupa namanya, sehingga kita menyapa balik hanya agar kita terlihat sopan :)
sapaan hai, menunjukkan ketulusan, apalagi bagi yang pertama menyapa.
menebar senyum dan aroma hangat ketulusan, terlihat indah bukan?

namun
seringkali sapaan hai berubah jadi hanya formalitas:
pada anak yang terburu-buru ingin bermain di luar;
pada orang tua yang sibuk bekerja di kantor dan pulang larut malam;
pada gebetan yang mulai bosan pada tingkah kita;
pada teman yang punya teman baru;


dan pada kekasih..........

yang mengganti hai pada tiap pagi kita, siang, sore, dan malam kita dengan hai terakhir pada hari dimana kita berkata 'bye'


pencuri hati

aku seorang gadis / juga pencuri

aku mencuri hatinya, yang mungkin kamu lupa rawat.

aku mencuri hatinya, yang mungkin kamu abaikan.

aku mencuri hatinya, yang kamu mungkin biarkannya berkarat.

aku mencuri hatinya, yang memang mencari aku, si pencuri.

aku pencuri, tapi karena takdir memilihku.

lalu, salahku? hatinya memang berhak untuk kucuri.
dan karena aku pencuri, jadi kamu, takkan kubiarkan mencuri apa  yang kucuri darimu.
bahkan karma pun takkan kubiarkan jatuh ke pelukanku ...

- untuk gadis-gadis pencuri hati, jangan salahkan dirimu, takdir yang memilihmu jadi pencuri :) -



gelas retak bodoh

aku sebenarnya sedang berlari, mengumpulkan kepingan hatiku yang jatuh berguguran, mengumpulkannya dalam gelas retak yang kautinggalkan.

kau yang selalu angkuh meretakkan tiap gelas kaca milikku, menendangnya sekan itu hanya gelas bodoh yang muncul dari asap.


aku coba memohon agar kau berhenti. tapi aku tak mampu, tetap saja aku berlari mengumpulkan kepingan itu, dan mencoba rekatkan gelasnya.

kau hentakkan aku, kau bilang : "gelasmu retak, aku bosan" / dan begitu saja kau berlari pada gelas dari sulaman sutra itu,

dan gelas sutra memikatmu dgn pesona intrik, halus namun tajam.lalu aku,gelas kaca retak,hanya menampung air hujan tiap malam pekat. titik.


- dari kepingan twit nona @shesagnostic. -
22-10-2012