Tuesday, May 24, 2016

malam, resah emosi jiwa adinda.

semarang, 25 mei 2016 12:17 am


senjaku berbatasan dengan udara dan suara.


kebisingan mengaum karena rindu yang begitu syahdu.


lelakiku adalah kamu.


adalah aku di antara mengagumi atau rasa ingin memilikimu tanda sudah dungu ataukah mati amygdala-ku sayang.


semarang ambon dipisahkan kata-kata tak bersuara.



aku ini wanitamu.yang mengagumimu. selayaknya laut dengan bena, dihembus sang angin.


nirvana.ankara.buta suara.puisi-pusi yang tak pernah sampai di telinga.hilang di jurang gunung tertinggi hingga laut terdalam nusantara.



judul: malam, resah emosi jiwa adinda.

Friday, May 13, 2016

sesederhana itulah adanya

tidak banyak kalimat panjang mampu menggambarkan yang tertulis ini.



cukup rasakan,

tentang percakapan kecil di penghujung malam atau hingga pagi menjelang.

kadang serius.
kadang candaan.

sebanyak 'iya' untuk mengakhiri perdebatan.
sedikit 'tidak' saat menahan kantuk karena masih ingin bertahan tersenyum.


tidak banyak hal-hal penting yang dibicarakan.
tidak ada seputar harga sembako;bukan pula perang; bukan pula romansa.

hanya percakapan kecil.
sarapan apa pagi ini?
dengan siapa?
apakah harimu menyenangkan?
dan hal-hal konyol yang dialami hari ini.

sederhana.
tidak romantis.
malah dibumbui saling meledek satu sama lain.


tapi tidak.
tentu saja tidak.
tidak ada yang mampu  menggambarkan
namun sesederhana itulah adanya: nyaman.