Monday, July 25, 2016

sebuah akhir cerita tanpa pahlawan

ada luka disekujur hati.
membuat setiap yang merasakannya seakan nantinya siap terbujur kaku.

ada manusia yang sanggup membuat luka itu.
ada orang yang sanggup menyakiti hati: yang selama ini berdoa sembari terdiam: menunggu berselimut janji.


cerita hari esok tak ada lagi.
seakan manusia itu mereka berjalan terseok-seok dalam luka,
mengapa?
mungkin karena tangan yang selama ini erat menggenggam langkahnya tak ada lagi.
langkahnya goyah dimakan janji usia.


semua yang mereka lakukan tujuannya hanya ingin menyingkirkannya.
tidak ada lagi pertolongan di tengah malam.


ceritanya membeku terbujur kaku.
dia sekarat dibalik senyum manisnya.
semua ucapan terimakasih tak ada lagi, pahlawannya meninggalkannya sendiri sekarat saat klimaks tiba.
lalu menutup akhir cerita.

Sunday, July 24, 2016

bungkam rasa & aku

bungkam rasaku tuhan.
matikan seluruh inderaku.

karena seluruh inderaku mencintainya dengan cara-cara yang penuh pengabdian, sebuah ketulusan tanpa harap balas.


mata. telinga. lidah. hidung. kulit.
aku memandang, mendengar, mengecap, mencium, meraba - dengan penuh dengan menyeluruh dengan segenap. sosokmu.



bungkam luapan rasa, buatku amnesia. bahkan dalam diam terlintas dia.


sinis dan konyol. terlebat bayang demi bayang.

bungkam rasaku:
hanya ada ragaku rasaku yang waktu adalah luluhlantakkan utuhku yang olehmu - karenamu kulebur dalam sendu kuat terpagu.

hanya
ada
ragaku
rasaku
yang
waktu
adalah
luluhlantakkan
untukku
yang
olehmu
:karenamu kulebur dalam sendu kuat terpagu [gema dalam ruang sendu kalbu]