Friday, December 29, 2017

libatkan aku sedikit saja



Dengan apa lagi memangnya harus ku buktikan rasa ini?
Belum cukupkah semua kesungguhanku lalu ketulusanku?
Apakah aku masih tak punya nilai tambah?


Taruhlah peranku sedikit saja dalam sinema hidupmu.
Ya hidup ini sinema
Sinema yang nyata diperankan dengan berdarah-darah dengan menangis.

Jika tak bisa aku menjadi peran utama, letakkan aku sebagai cameo.
Setidaknya libatkanlah aku sedikit saja.

Setidaknya dengan ini semua, bisa kutebus luka hati yang pernah kubuat.
Tak bisakah aku berperan menjadi protagonis yang mensuplai kadar kebahagiaanmu.

Lalu apakah aku antiklimaks dalam ceritamu atau peran anatagonis?
Aku ingin sekedar tumbuh bersama dalam ceritamu.

Sedikit saja, torehkanlah namaku dalam naskah sinema kehidupanmu.

aku tidak ingin dibutakan dalam keadaan melihat.
aku ingin melihat sejelas mungkin.

ijinkan aku tumbuh bersamamu.
dewasa bersama, patah bersama, suka cita pun bersama.

Monday, October 23, 2017

tak mengapa


tak perlu keluhkan awan hitam
tak perlu keluhkan tiada bintang


tak mengapa tak ada hangat pabila hujan
tak mengapa sesekali risau


katakan saja pergi pergi
seperti mantera ucapkan lembut dalam hati“hus pergilah ”

ingatlah sang surya akan muncul kala pagi
lalu jika sang surya pergi akan datang senja
masing-masing indah

seperti hari, esok kan berganti
esok, yang jauh kan jumpa
esok ,yang hilang kan pulang

23.10.17 / mks. ML.




Wednesday, October 11, 2017

kegelisahan dan doa



Tuhanku,
Hamba berserah kepadamu.
Kepada jalan takdirmu.
Kepada kuasamu.
Hamba yang berdosa memohon ampunan kepadamu.

Kegelisahan membumbung bagai awan menggantung di langit.
Hamba tersungkur pada tiap sujud hamba ya allah.


Hamba terlalu banyak berdosa, hingga kauji hamba, kauji hamba.
Berkali-kali. Berkali-kali.
Berulang-ulang.
Hanya untuk menyadarkan hamba kembali kepadamu.


Engkaulah tempatku berpulang ya allah.
Kuatkan hamba, teguhkan hamba di jalan hidayahmu.
Ya Allah, Ya rabbku. Ya rabbku. Ya rabbku.


Ketika ujianku berat, ku teringat padamu.
Ketika kebahagiaan melanda, ku bersyukur padamu.
Ketika masalah merundungku, ku hanya bisa bersujud.
Tuhanku, engkaulah tempat terakhir ku bisa bergantung.
Satu-satunya penopang hidupku.

Maafkan aku tuhan, masih banyak kubersalah padamu.
Jika kutahu sejak dulu sujudku mendekatkan ku padamu, takkan kuangkat kepalaku dari sajadahku.



11.10.17 / mks. / ml

sebuah perjuangan dan hati di batas keraguan



aku bukannya tidak berjuang.
ibarat mendaki gunung, saat ini akupun sedang berusaha.
menapaki tapak demi tapak dinding pertahananmu.
merobohkannya tak mudah.
melewatinya ku berharap dalam-dalam.
dinding ini yang kau bangun dengan tinggi dan kokoh dikarenakan kau sedang terluka.
luka yang orang lain buat.
maupun luka yang aku buat.


aku sedang merobohkan dinding pertahananmu
a man with a heart of a fragile little man,
with all those scars and distrust.


ya, hal terberat adalah meruntuhkan batasmu denganku: luka dan ketidakpercayaanmu.
segala keraguanmu.
terarah padaku.

kucoba dengan segala cara; berjalan, berlari, merangkak, memanjat.
berusaha menemukan setiap celah.
………………….

lalu aku tergelincir di tempat yang sama di celah antara inti hatimu yang dibatasi keraguanmu kepadaku.


sungguhpun kaki ini terluka, sakit karena harus melalui  segala rintangan itu entah mengapa aku masih berusaha.


kulihat puncak gunung.
kulihat kau disana berdiri tersenyum kepadaku.

dan kutemukan jawaban mengapa aku tidak berhenti berjuang.
satu alasanku: kamu.
dan kutetapkan niatku untuk terus menggapaimu.


sementara ini, aku masih disini di lembah dimana aku tersungkur untuk berusaha kembali mendaki mencapaimu.
izinkan aku menggapaimu. tolong buka hatimu, hilangkan keraguanmu.
…………..

di sini, di lembah ini. hanya diriku, niatku  dan doa saja yang kumiliki, tuan.


11.10.17 /mks / m.l


a honest little writing that maybe means nothing to you all, but this writing deep from my heart, to someone that I’m now fighting for. 

bukankah kita pernah berjanji?

bukankah kita pernah berjanji?
berjuang bersama melalui apa yang kita sebut masalah.
bersama menghadapi segala ujian dunia.


bukankah kita pernah berjanji ?
menerima setiap bagian diri kita.
baik buruk diri kita masing-masing.

bukankah kita pernah berdampingan.
berpegangan tangan melalui jalan yang sulit.
lalu? kemana semua janji dan perjuangan itu?

apakah takaran perjuanganmu berbeda denganku?
apakah perbedaan ini terlalu sulit untukmu?
apakah diriku teka-teki yang sulit kau pecahkan?


sejatinya akupun menanti.
akupun berjuang.
akupun berdoa.
lebih lebih dari yang kau ketahui.
lebih dari itu semua.
mungkin hanya tuhan yang tau seperti apa dan sejauh mana kulangkahkan tapak kakiku.
dan hanya ialah yang tahu seberapa keras perjuanganku.
tidak jugakah kau lihat dan adakah kau perhitungkan itu?


11.10.17 / mks / ml


Tuesday, October 10, 2017

what to do when the world turns dark and become silent?

to love is to smile.

to love is to cry.

to love is to feeling happy.

 to love is to feeling upset.



at first with all these buttefly inside your stomach.
you look at the world as it perfect.
you look at the world like it ignited with fireworks.


then:

the world turns dark.
than the world is become silent.


you feel deserted and isolated.


you feel like you are down.
you fall at your lowest.
down to your knees.
found yourself begging and praying and hurting.



we all seek for a solution to ease this.

in a religion view: god is testing you. god tells you to comeback, comeback into god.
in a melancholist view: you have to cry it all out.


darling ,yes what they said are all could be true.


darling before all of that, stand up on your feet first than pray than cry.
and pray again and again and again and again and again .....
than do whatever you can do to ease your pain. in a good way.

darling me and you, we have to remember this:
before we cling into others make ourself strong than before.
stronger than the pain itself.


[ to love is to hurt
but it hurst more not to love ]




permohonan- permohonan untuk kekasih

aku ingin tenggelam di dalam ruang di antara kedua lenganmu kekasih.
menyelami makna di balik senyumanmu.
mengerti apa arti kebisuanmu.


aku ingin lebih memahamimu. dan maukah kau belajar untuk memahamiku?
maukah kau berproses bersamaku?



mari kekasih, bersama duduk diantara rimbunnya dedaunan beringin yang bergantungan ;
atau sekedar bercakap dalam sunyinya lembah merapi.
berdua, meminum kopi stasiun tugu sembari berbincang hal-hal kecil dan menggenggammu erat.


kekasih: 
kita dua jiwa yang kadang butuh pertengkaran kecil dan besar untuk memahami.
kita dua jiwa yang saling berdoa; dalam diam, dalam tangis, dalam amarah.

ingin kukecup jiwamu.
ingin kuraba dan kusentuh dalam celah  diantara dua bibirmu.
memagut bibirmu dalam kesyahduan yang sendu.
untuk menemukan makna dibalik; manisnya gelak tawamu - getirnya ucap kecewamu - sedihnya kisah kisah kehidupanmu.


kekasih:

kekeliruan - kegelisahan- kegetiran yang pernah kubuat hadir dalam benakmu, sungguhpun tak pernah kuinginkan  tuk terus membekas dan abadi.
maafku mungkin menjenuhkanmu. namun kekasih.  bolehkah kumohonkan untukmu?
izinkan aku: sekali lagi dan terus,
menjadi bagian hidupmu,
menyelami dirimu.

jiwamu yang tak berbatas bagaikan laut yang membatasi seram hingga lease hingga luasnya  samudera hindia .
dirimu teduh bagai rimbunnya pepohonan cengkih di pegunungan.


kekasih, biarkan aku. sekali lagi dan terakhir  kali, menjadi bagian dari kisah hidupmu
- sekarang.
- hingga nanti
- atau hingga memutih rambutmu
hingga bungkuk punggungmu.
inginku, tetap sama.
mendampingimu hingga nanti, kekasihku.


1010-2017 / mks / ml