Tuesday, February 11, 2014

Amarah..



dear : f


tak bisakah kau berhenti terbakar amarah??
rasanya yang kita bina terlalu sayang
bila menjadi arang...



with love,
ml

Monday, February 10, 2014

i know it's you

dear f

i know what it is
i know it from the first time i saw you
but it too hurts
tears that i have
and fake smile that i made

the reason for the tearsdrop on my guitar
the song i keep singing on my way home
the view that i see when i drive my car alone
its you

did you know what i feel when you pass me on the coridor?

you know i love you

 #30harimenulissuratcinta, day #10,  10 feb 2014



Sunday, February 9, 2014

arti teman

to all my dearest friend

"Seorang teman adalah orang tempat kita bisa menjadi diri kita sepenuhnya,
karena kita tahu tangan-tangan mereka akan dengan lembut menapis curahan itu,

menyimpan yang baik dan patut disimpan,
mendengar segala keluh kesah, dan menghalau sisa-sisa kesedihan dan keburukan dengan embusan napas kebaikan." 


warm regards,


ML


#30harimenulissuratcinta, day #9, 9 feb 2014

Saturday, February 8, 2014

what is in the end of this long way road?

to: objek rinduku yang selalu sama

another silent monday morning

its been a long long day
to see how the nights get colds and darks
summer goes and winter comes

distance between us
so far far away
far far away

sit and watch daylight becomes darkness
sun changes into moon

i write this poem for you
as real as my tears that run off my face
as real as my tears that call you


distance between us
far far away
and i hope the wind tell you
how it hurts

can i see you at the end of this long way road?


your love,


the one who always think about you
#30 hari menulis surat cinta, day #8, 8 feb 2014

Wednesday, February 5, 2014

house, ocean, window

Dear beloved lover , let me say a few things .

I want to hold you , while lying on pasture that has a distinctive smell after the rain.
So when we have kids they will enjoy the same thing .

I wish we had a house with many windows.
When we have children they will be able to stick they head out to enjoy the bright sun aand the warm wind .

I wish we had a bed with lots of pillows.
When we have children they will be able to do a pillow fight as we often do .


If you have to sail in the ocean.
I will ride the boat.
Because I believe in you.


I would wake up and see the face of yours.
Either face that looks not asleep last night  or sleeping face all night .
I will smile at you in the houses with lots of windows .

I 'll hold your hand , until the skin becomes red .
I will hold you , tightly .
Skin meets skin , eye to eye .


I don't want to be shouted at you , just like our crazy neighbors.
I'm not going to yell to you just because of dirty laundry or dirty dishes piled up.
Together we will build the house , you make the pillars and foundations.
I 'll help put up the window as much as possible to make our homes warm .

Yeah , if you have to sail in the ocean.
I will ride the boat.
Because I believe in you.

Yeah, were gonna sail the ocean or climb the mountains, or cross the deserts.
I will ride, i will climb, i will walk. together.

Because i believe in you.
Together.

Yeah, i believe in you.




#30harimenulissuratcinta |day #6 | 2014, february 6

jangan kalah sebelum perang

dear @anesha_akmal

selamat sore
halo kak, mengenai obrolan kita belakangan ini.
menanggapi cerita-certitamu tentang seseorang.
aku tak bisa berkata banyak, biar tulisanku ini yang bicara.



jika hidup itu pilihan, jangan samakan dengan cinta.
cinta tak bisa memilih pada siapa ia akan jatuh.


bukan salahnya hanya saja cinta ini tak dapat ditolak.
pandangan mata bersua, walau pahit luka karena berpalingnya muka.
ingin menyerah tapi tak sanggup, bayangannya sudah terpagut.


bukan salahmu pula, jika kau sengaja mengambil jarak.
 namun lagi-lagi tak sengaja dia melewati jalan yang sama dengan yang kau pijak.

biarkan riak-riak ini jadi ombak menenggalamkanmu dalam-dalam tapi setidaknya kau mati berjuang bukan jadi pengecut cinta yang kalah bahkan sebelum perang.

Tuesday, February 4, 2014

dear @mungaremike

Surat cinta #30harimenuliscinta Hari Keempat 2014

Dear  @mungaremike

Pertama kali gimana ya jelasinnya, saya baru saja tau twitter anda, dari entah kemana, dari satu akun ke akun lainnya. Sampailah kepada akunmu.
Bagi saya kamu selebtwit, twit-twit yang kamu buat entah kenapa kelihatan seperti selebtuit. Tapi rasanya lebih enak kalau saya sebut artist tuit. Seniman tuit. Hehehe. Karena kalau selebtuit seperti pemain sinetron, hanya saja dalam dunia maya (seperti adipati dolken-lah). Kamu itu buat saya kaya hmmm taufik ismail-nya tuitter. Hehehe.

Kamu keren!
Tweet kamu termasuk pula blog post kamu itu menggunakan istilah yang rumit dimengerti, mungkin saja karena pengetahuan kamu lebih banyak dari saya. Ada pula tokoh-tokoh yang tidak saya tahu dan membuat saya yang kepo ini (seperti biasa melalui google) mencari tahu nama-nama di dalam tweet dan tulisan kamu di blog. Hehehe.

Suatu saat saya pengen kaya kamu. Bias tulis blog yang ga soal cinta, tapi mendalam.
Makasih ya udah jadi salah satu insprasi saya.

Salam cinta dari salah satu penggemar diam-diammu.


Best regards,


ML

Monday, February 3, 2014

Bukan Sekedar Gelar



Untuk yang tercinta ayah dan ibu.

Ayah dan ibu, gelar sarjana baru saja saya dapatkan melalui prosesi yudicium sarjana fakultas hukum unpar pada 3 februari 2014 ini. Resmilah saya dan mahasiswa/i lainnya bergelar S.H (sarjana hukum). Rasanya baru saja menjadi mahasiswa yang diospek, kini hari-hari perkuliahan akan menjadi cerita –cerita yang dikenang. Sedkit flashback memasuki pertengahan 2009, waktu itu bandung terasa sedikit panas. Saya ditemani kakak dan mantannya mendaftar. Sedikit ragu rasanya ketika seorang siswa SMA mulai menginjak penetapan untuk kuliah. Apakah jurusan ini tepat? Apakah pilihan saya untuk berkuliah di Bandung sudah tepat. Pikiran berkecamuk saat saya mendaftar kuliah, dan saya menetapkan inilah dia.

Hingga akhirnya terjun ke fakultas hukum unpar ini, hal tersebut tentu bukan tanpa keraguan. Bahkan saat telah dimulai kuliah inipun hati bergejolak untuk berganti pilihan. Saya ragu apakah mampu berkuliah dengan keadaan financial yang saya akui membuat saya terus terpikirkan, membuat saya ragu mampu membanggakan kalian setelah begitu banyak hal yang mungkin harus kalian lakukan demi saya melanjutkan kuliah. Pertengahan tahun-tahun sebagai mahasiswa (yang tak lagi baru), pada 2010 saya jatuh sakit, masuk rumah sakit dan bahkan terpaksa harus meminta dispensasi untuk tidak ikut ujian.  Kembali hati bergejolak, tapi inilah saya saat saya dihadapkan pada pilihan sulit saya ingat telah memulai hal yang saya pilih, dan saya jalankan, yang menurut saya harus dijalankan sampai akhir.

Hingga sampailah pada hari ini, Senin 3 Februari 2014, saya berhasil mendapat gelar sarjana tersebut, bersamaan dengan ketukan palu dari Dekan. Tanggal kelulusan resmi: 10 Januari 2014. Pada hari ini rasanya begitu banyak beban terlepas, sembari pula langkah baru harus ditetapkan. Nomor urut 12 Risa Efriani (Latuconsina) dengan predikat sangat memuaskan. Ini jauh dari sempurna ya ayah, ya ibu. Namun inilah hasil perjuangan ananda, walaupun melalui sakit, aktivitas organisasi kemahasiswaan yang padat, maupun keuangan finansial, yang untungnya dibantu oleh beasiswa. Ternyata saya mampu menjalananinya, bagi saya S.H. bukan hanya sekedar gelar, ini pula adalah keringat, air mata, darah, tawa, perjuangan, dan semua yang tak mampu saya dekripsikan dalam kata.

Ayah, ibu, ini pula bukan sekedar gelar. Ini pula adalah hadiah kecil untuk kalian. Ini adalah gambaran kebanggaan bahwa usaha kalian tak terbuang sia-sia.

I love you mom, I love you dad. This is special for both of you.

Warm regards
You’re daughter,



MLBukan Sekedar Gelar

Untuk yang tercinta ayah dan ibu.

Ayah dan ibu, gelar sarjana baru saja saya dapatkan melalui prosesi yudicium sarjana fakultas hukum unpar pada 3 februari 2014 ini. Resmilah saya dan mahasiswa/i lainnya bergelar S.H (sarjana hukum). Rasanya baru saja menjadi mahasiswa yang diospek, kini hari-hari perkuliahan akan menjadi cerita –cerita yang dikenang. Sedkit flashback memasuki pertengahan 2009, waktu itu bandung terasa sedikit panas. Saya ditemani kakak dan mantannya mendaftar. Sedikit ragu rasanya ketika seorang siswa SMA mulai menginjak penetapan untuk kuliah. Apakah jurusan ini tepat? Apakah pilihan saya untuk berkuliah di Bandung sudah tepat. Pikiran berkecamuk saat saya mendaftar kuliah, dan saya menetapkan inilah dia.

Hingga akhirnya terjun ke fakultas hukum unpar ini, hal tersebut tentu bukan tanpa keraguan. Bahkan saat telah dimulai kuliah inipun hati bergejolak untuk berganti pilihan. Saya ragu apakah mampu berkuliah dengan keadaan financial yang saya akui membuat saya terus terpikirkan, membuat saya ragu mampu membanggakan kalian setelah begitu banyak hal yang mungkin harus kalian lakukan demi saya melanjutkan kuliah. Pertengahan tahun-tahun sebagai mahasiswa (yang tak lagi baru), pada 2010 saya jatuh sakit, masuk rumah sakit dan bahkan terpaksa harus meminta dispensasi untuk tidak ikut ujian.  Kembali hati bergejolak, tapi inilah saya saat saya dihadapkan pada pilihan sulit saya ingat telah memulai hal yang saya pilih, dan saya jalankan, yang menurut saya harus dijalankan sampai akhir.

Hingga sampailah pada hari ini, Senin 3 Februari 2014, saya berhasil mendapat gelar sarjana tersebut, bersamaan dengan ketukan palu dari Dekan. Tanggal kelulusan resmi: 10 Januari 2014. Pada hari ini rasanya begitu banyak beban terlepas, sembari pula langkah baru harus ditetapkan. Nomor urut 12 Risa Efriani (Latuconsina) dengan predikat sangat memuaskan. Ini jauh dari sempurna ya ayah, ya ibu. Namun inilah hasil perjuangan ananda, walaupun melalui sakit, aktivitas organisasi kemahasiswaan yang padat, maupun keuangan finansial, yang untungnya dibantu oleh beasiswa. Ternyata saya mampu menjalananinya, bagi saya S.H. bukan hanya sekedar gelar, ini pula adalah keringat, air mata, darah, tawa, perjuangan, dan semua yang tak mampu saya dekripsikan dalam kata.

Ayah, ibu, ini pula bukan sekedar gelar. Ini pula adalah hadiah kecil untuk kalian. Ini adalah gambaran kebanggaan bahwa usaha kalian tak terbuang sia-sia.

I love you mom, I love you dad. This is special for both of you.

Warm regards
You’re daughter,


ML 



*surat hari ke - 3 30 hari menulis surat cinta 2014

Sunday, February 2, 2014

que sera sera

Dear children in the world


When I was just a little girl, I asked my mother, "What will I be? Will I be pretty? Will I be rich?"
My Mom said: “Whatever you want, you will be”
The future cannot be seen now.
Life not for us to fear it, it’s for ours to fight it and conquer whatever the obstacle.
When I be a truly woman someday, I’ll be told my children and all children the same, to fight in life, to not fear for what happen next, but just fight in life and you’re not alone because we all fight for life too J .
QUE SERA SERA.
WHAT WILL BE, WILL BE.

Best regards,



ML.



*inspired by song titled que sera sera