Monday, August 14, 2017

menuju keputusasaan

kelelahan yang sama dan berulang.
aku dan bayang masa laluku memberatkan langkahku.
tidak mudah menemukan seseorang yang menerima dirimu apa adanya.
apa yang kau lakukan di masa lalu menjadi mudah bagi orang lain untuk menilaimu.
mengukurmu.
menjustifikasi setiap tindakanmu.
menghalalkan emosi untuk terarah padamu.


aku dan apa yang aku lakukan di masa lalu-ku seharusnya menjadi sesuatu yang tetap ada di masa lalu.
bagaimana mungkin kita bisa melangkah maju? jika ikatan masa lalu memberatkan langkah kita.


tidak mudah memang bagi seseorang menerima masa lalu kita.
apa yang kita lakukan dahulu bukankah sesuatu yang pantasnya kita kubur.
bukankah kesungguhan dalam mencintai adalah menerima masa lalu dan mempercayakan pada saat ini?

aku dan langkahku hampir menyerah.
hampir sedikit lagi menyerah pada kekecewaan.

bukankah cinta adalah penerimaan?
bukankah cinta adalah keikhlasan.



hampir sedikit lagi aku menyerah pada harapan, bahwa akan ada yang menerimaku tanpa sedikitpun memberiku penilaian.


lalu jam terus berdetik, aku menunggu,
akankah kulangkahkan kakiku pada kata menyerah atau bertahan.


hanya saja, saat ini detik ini tidak bisa kutahan kekecewaanku.
kekecewaan ini melangkahkan kakiku pada keputusasaan.



sedikit lagi...