Friday, February 22, 2013

lalu... pergi.....


pergi adalah hal tersulit.
seringkali keputusan seseorang untuk pergi melukai.
bukan hanya luka tapi tertinggal  rasa pahit yang tak tertahankan, pahit.
semuanya karena hati yang mencintai adalah yang bisa merasa tersakiti.


yang menjadi tersulit ketika pergi itu menjadi keputusan sebelah pihak;
bisa juga pergi menjadi semakin sulit ketika dia pergi tanpa kata, atau ucapan "jaga dirimu baik-baik" atau sekedar senyum sebelum sepeninggal kenangan nantinya.

apa yang kita tau tentang pergi. pergi ada hal tak terprediksi.
dia seperti badai yang datang tanpa permisi.

bagaimana seseorang mampu memprediksi ketika yang ada saat-saat itu adalah sosok yang kau tatap matanya yang di dalamnya penuh cinta tak terungkap kata, kau begitu yakin hari kita akan terus bersamanya. aku tak mungkin tanpanya!


lalu jika dipikirkan hingga tak habis pikir bagaimana mungkin kita mampu 'pergi' saat dulu kita saling menebar kasih sehidup semati.
mungkin jika waktu diputar kembali kita berharap pada saat-saat waktu itu dapat berhenti.
berhenti pada bliss yang ada hanya memorinya.


lalu..........
sesaat pergi tiba. benar-benar tiba. tiba tanpa kita pinta.
memangnya manusia berotak dan berhati mana yang meminta pergi tiba? meminta pergi datang merenggut senyum kita, merenggut apa yang kita sebut cinta.

imajinasi terkadang tercipta, bayangkan;
kita seperti berdiri di bawah kanopi halte, seperti menunggu bis sedemikian lamanya, menaikinya namun mau tak mau kita sampai pada tujuan. Bisa juga pembawa kendaraannya merasa saatnya kita berhenti karena telah salah jalan dan tak bisa lagi untuk memutar jauh. Begitu saja kita berhenti. Terkadang bukan pada tempat yang kita pinta, tapi pada tempat terakhir bis tersebut berhenti pada kehendaknya. tapi kita bukan pada posisi bisa menyalahkannya, bis itu tak salah, keadaanlah yang memaksa...

ketika kita turun, kita hanya mampu memandangnya pergi, meninggalkan asap-asap berabu menderu. lalu sesekali air mata kita yang terkena hembusan keras deru asap abu hampir turun, kita hapus, dan kita menoleh ke arah yang berbeda. mencoba menaiki bis lain, sambil berharap apa yang baru saja terjadi hanyalah mimpi di siang bolong....




lalu.. pergi.... tetap saja tiba....



nb: to my dear @bayumahawelly, stay strong, hold on and go along ({})

No comments:

Post a Comment