Wednesday, October 11, 2017

sebuah perjuangan dan hati di batas keraguan



aku bukannya tidak berjuang.
ibarat mendaki gunung, saat ini akupun sedang berusaha.
menapaki tapak demi tapak dinding pertahananmu.
merobohkannya tak mudah.
melewatinya ku berharap dalam-dalam.
dinding ini yang kau bangun dengan tinggi dan kokoh dikarenakan kau sedang terluka.
luka yang orang lain buat.
maupun luka yang aku buat.


aku sedang merobohkan dinding pertahananmu
a man with a heart of a fragile little man,
with all those scars and distrust.


ya, hal terberat adalah meruntuhkan batasmu denganku: luka dan ketidakpercayaanmu.
segala keraguanmu.
terarah padaku.

kucoba dengan segala cara; berjalan, berlari, merangkak, memanjat.
berusaha menemukan setiap celah.
………………….

lalu aku tergelincir di tempat yang sama di celah antara inti hatimu yang dibatasi keraguanmu kepadaku.


sungguhpun kaki ini terluka, sakit karena harus melalui  segala rintangan itu entah mengapa aku masih berusaha.


kulihat puncak gunung.
kulihat kau disana berdiri tersenyum kepadaku.

dan kutemukan jawaban mengapa aku tidak berhenti berjuang.
satu alasanku: kamu.
dan kutetapkan niatku untuk terus menggapaimu.


sementara ini, aku masih disini di lembah dimana aku tersungkur untuk berusaha kembali mendaki mencapaimu.
izinkan aku menggapaimu. tolong buka hatimu, hilangkan keraguanmu.
…………..

di sini, di lembah ini. hanya diriku, niatku  dan doa saja yang kumiliki, tuan.


11.10.17 /mks / m.l


a honest little writing that maybe means nothing to you all, but this writing deep from my heart, to someone that I’m now fighting for. 

No comments:

Post a Comment