Tuesday, October 10, 2017

permohonan- permohonan untuk kekasih

aku ingin tenggelam di dalam ruang di antara kedua lenganmu kekasih.
menyelami makna di balik senyumanmu.
mengerti apa arti kebisuanmu.


aku ingin lebih memahamimu. dan maukah kau belajar untuk memahamiku?
maukah kau berproses bersamaku?



mari kekasih, bersama duduk diantara rimbunnya dedaunan beringin yang bergantungan ;
atau sekedar bercakap dalam sunyinya lembah merapi.
berdua, meminum kopi stasiun tugu sembari berbincang hal-hal kecil dan menggenggammu erat.


kekasih: 
kita dua jiwa yang kadang butuh pertengkaran kecil dan besar untuk memahami.
kita dua jiwa yang saling berdoa; dalam diam, dalam tangis, dalam amarah.

ingin kukecup jiwamu.
ingin kuraba dan kusentuh dalam celah  diantara dua bibirmu.
memagut bibirmu dalam kesyahduan yang sendu.
untuk menemukan makna dibalik; manisnya gelak tawamu - getirnya ucap kecewamu - sedihnya kisah kisah kehidupanmu.


kekasih:

kekeliruan - kegelisahan- kegetiran yang pernah kubuat hadir dalam benakmu, sungguhpun tak pernah kuinginkan  tuk terus membekas dan abadi.
maafku mungkin menjenuhkanmu. namun kekasih.  bolehkah kumohonkan untukmu?
izinkan aku: sekali lagi dan terus,
menjadi bagian hidupmu,
menyelami dirimu.

jiwamu yang tak berbatas bagaikan laut yang membatasi seram hingga lease hingga luasnya  samudera hindia .
dirimu teduh bagai rimbunnya pepohonan cengkih di pegunungan.


kekasih, biarkan aku. sekali lagi dan terakhir  kali, menjadi bagian dari kisah hidupmu
- sekarang.
- hingga nanti
- atau hingga memutih rambutmu
hingga bungkuk punggungmu.
inginku, tetap sama.
mendampingimu hingga nanti, kekasihku.


1010-2017 / mks / ml



No comments:

Post a Comment