Tuesday, February 23, 2016

surat-surat untuk hati #3: mengenai janji (manusia.bukan bajingan)

entah apa maksud tuhan menciptakan rasa cinta, rasa suka.

sedangkan cinta itu datang bersama konsekuensi merasakan sakit.


seperti manusia.berlagak tuhan, menciptakan janji
mungkin mereka lupa atau sengaja secara sadar sepenuhnya melupakan bahwa janji  itu datang bersama ekpektasi dari orang yang dijanjikannya,



manusia begitu mudah membuat janji,
mereka lupa bahwa hal tersulit dari janji bukan mewujudkannya, tapi orang-orang yang mengharapkan janji tersebut terwujud.


mungkin kita suka bicara manis, kita suka manis-manisnya gula di ujung lidah.
bicara yang menyanjung-nyanjung.
meninggikan setinggi-tingginya, kita suka dibuai angin.


tidak perlu jadi manis.cukup jadi cukup.
katakan tidak jika tidak,
katakan iya jika iya.

tidak ada sesuatu yang menggantung-gantung mampu menuntaskan rasa.

kita manusia adalah kumpulan kata, kumpulan perbuatan. kumpulan pembuktian

kita bukan bermain peran lakon dewa-dewi, dan berkuasa atas hati manusia lain.


kita memang lemah adanya.makanya kita saling menguatkan.
sudah selayaknya berjanji maka tepati.
sudah selayaknya memberi harapan maka tuntaskan.


kita adalah manusia yang meninggikan diri karena pembuktian kata dengan perbuatan,
kita bukan bajingan yang lari dari kenyataan.


maka hadapilah dan buktikanlah sepahit apapun nantinya bukan?
.



No comments:

Post a Comment