Tuesday, December 1, 2015

biarkan adanya.

mengapa semuanya harus rumit? mengapa tidak kau biarkan saja dahan itu tetap pada ranting. mengapa harus dipetik? mengapa harus jatuh ke bumi.

aku  tidak ingin hati yang berliku. aku tidak ingin hati yang memiliki ruang. aku hanya ingin semua berjalan apa adanya. aku tidak ingin memastikan ruangan ruangan itu terisi atau kosong.aku hanya ingin ruang hatiku apa adanya.aku tidak ingin goresan tangan di dinding.aku tidak ingin warna warni,biarkan saja aku kedinginan.aku tidak ingin mengabdi pada apa-apa yang tidak abadi.biarkan saja terluka tak ingin pula kuobati,biarkan ia memborok menjadi bekas luka ataupun terjaga.

jangan paksa aku mengisi ruang hati.jangan tanya mengapa aku memilih sendiri atau harus mencari.aku tidak ingin bergantung pada angan-angan kosong atau harapan.aku sadar apa yang aku miliki dan aku sadar arti sebuah ekpektasi.

biarkan ekstasi keadaaan meresap dan ia meracun gelombang pikiranku.biarkan aku jatuh,biarkan aku bangkit.

biarkan opium opium imajinasi ku lari bebas sendiri.

aku tak ingin memaksa,aku tak ingin dipaksa.

aku ingin bahagia juga tak bahagia seperti adanya. biarkan saja aku tertatih.aku juga tak peduli.
enyah rasa.
biarkan aku ada karena aku ada.

No comments:

Post a Comment