Sunday, May 11, 2014

mengarang kita. aku dan kebodohanku.

apa yang aku lakukan? meneguk kepahitan yang sama lagi!
bagaimana bisa seorang yang tampak seperti malaikat berubah menjadi seorang setan?
aku membenci diriku yang tidak menangisi kepahitan yang aku rasakan
aku malah menangisi-mu
menangisi ketidakpedulianmu
menangisi pekaknya dirimu terhadap setiap panggilanku
menangisi ketika kau disakiti orang yang kau anggap lebih berharga dan patut didengar
mereka yang menjerumuskanmu ke lembah para iblis


semakin aku sendiri sakit, butuh waktu lama bagimu menyadarinya
aku yang sadar, semakin lama aku kehilangan bagian diriku
bagaimana bisa?

aku merasa definisi 'kita' itu rangkaian huruf bodoh yang kukarang, menutupi kenyataan ada yang hanya menyebut dirinya sendiri. selalu. terulang. lagi dan lagi.


tamparanku sendiri tidak menyadarkan diriku.
dan aku mulai kehilangan yang aku anggap sebagai bagian dari kita, itu - aku.

No comments:

Post a Comment