Monday, March 18, 2013

1-2-3-4-5-6-7-8-9-10

she count to ten...
1...
2..
3...
4...
5...
6...
7...
8...
9..
10..

shit,
and she still cant sleep...

Alexa membuka matanya, menatap langit-langit yang diam bergeming... dia merasa malamnya masih panjang, sejujurnya hitungan kesepuluh itu adalah hitungan kesepuluhyang ke puluhan ribu kalinya dari puluhan ribu detik lalu.. artinya sudah sekitar +6 jam lebih berlalu, jam dindingnya menunjukkan angka 3, dan dia masih tidak bisa tertidur lelap...


alexa bangkit, mendudukkan diri di pinggiran tempat tidurnya, meraih segelas air putih di dekatnya, kemudian mengambil sebatang rokok dan membakarnya...

"kupikir, malam telah berlalu masih berapa lama lagi. aku harus menunggu?"

alexa, wanita umur 30-an, super sibuk, dia benci kata menunggu. menurutnya apa sih yang bagus dari menunggu? dia selalu tepat waktu, tidak satupun waktunya terbuang percuma. menunggu baginya adalah hal yang paling buruk di dunia. Alexa benci menunggu tapi dia 'diharuskan' menunggu.

"pria bodoh cecunguk itu mampu membuat aku menunggu. iya seorang alexa, bahkan pria seperti Christian saja mampu kubuat bertekuk lutut dan datang 3 jam lebih dulu dari waktu yang kami janjikan...."


alexa mengehembuskan asap rokok, berjalan ke arah beranda apartemen, asap rokok adalah caranya berdoa. alexa tidak berdoa dengan mengepalkan tangan atau menengadahkan wajah ke lagit. baginya asap rokok adalah caranya berdoa untuk mengusir kegelisahan. berharap gelisah pergi seperti asap rokok yang hilang tertiup angin.

alexa berjalan ke arah kulkas, mencari sebotol wine, lalu tertawa sendiri. tidak dia tidak gila.


"alexa, kamu tidak boleh minum. wanita tidak boleh meminum alkohol, bahaya untuk kesehatan..."

kata-kata pria bodoh itu terngiang di kepalanya....  alexa lupa si cecunguk yang membuatnya berhenti membeli segala wine mahal kesukaannya. alexa memanggilnya cecunguk. cecunguk yang posesif, protektif, bodoh, pria manja, dan cuek. ya cuek. bahkan janji yang dibuat dari seminggu saja bisa dilupakan pria itu, dan alexa wanita yang begitu tinggi gengsinya mampu merendahkan diri untuk menelponnya sekedar mengingatkan janji. tetap saja si 'cecunguk' lupa akan janji-janjinya.


"hahahahahaha"
"bodoh kamu alexa"
"cari saja pria lain"
"hey, christian your ex boyfrie that fucking rich CEO is better than him"


bukan sekali dua kali banyak orang menasihatinya tentang si 'cecunguk', alexa tetap saja pura-pura bodoh....


ya si cecunguk itu, si brengsek itu, yang mampu menyentuh dasar hatinya. mengerti akan sisi buruknya, yang bahkan semua orang jika tau mungkin akan meninggalkannya. pada si cecunguk brengsek itu alexa menanggalkan segala jubah proteksi hatinya. si cecunguk yang mengelus rambutntya pada hari dimana dia merasa paling jelek, without makeup at any pound's of her weight pada si cecunguk itu dia menundukkan janji setianya. pada si cecunguk itulah alexa selalu menyimpan segudang kesabaran...
dia si cecunguk itu...


alexa mendengar bel pintu berbunyi, menghapus air matanya yang dia tau akan selalu dilihat hanya oleh dirinya, berjalan ke arah pintu sambil sebelumnya mematikan rokoknya...
dan dia tahu.....

cause if one day even if he go, i'll always stand in the same corner on the street.
i will always wait for him.
even if its fucking tired...

No comments:

Post a Comment